5 Alasan Kenapa Generasi Sekarang Penentu Masa Depan

Yang kamu alami dan saksikan, adalah sejarah, sejarah tentang bencana pandemi. Wabah penyakit global, yang pernah di masa medieval membunuh hingga sepertiga populasi di Eropa saja. Di masa Perang Dunia Pertama terjadi juga pandemi Flu Spanyol yang telah membunuh hingga 30 juta dalam rentang 3 tahun. Penyakit itu akhirnya dikalahkan dengan sendirinya karena tubuh manusia beradaptasi dan menekan virus itu dengan imunitas alami. Tapi manusia tidak mau mengalah lagi. Mereka harus melakukan sesuatu. 

Jadi gaes, ini era yang dalam sejarahnya hanya berlaku setiap 100 tahun sekali. Jika kamu mengalaminya saat kamu tengah berada di bangku pendidikan dasar dan menengah, maka ketahuilah bahwa kamu bagian dari sejarah, bukan sebagai penyebab kerusakan, tetapi sebagai penyelesai, dan pahlawan besar pada masalah manusia di masa datang. Lalu apa alasannya kamu adalah bagian dari pahlawan masa depan?

5 Alasan Kenapa Generasi Sekarang Penentu Masa Depan

1. Penemuan Besar Tercipta Setelah Pandemi

Setelah pandemi biasanya dunia berubah lebih cepat dan tangkas, pelakunya jelas bukan mereka yang mengalami masa pandemi sebagai orang dewasa. Akan tetapi para peneliti muda, kadang yang tidak pernah kuliah sama sekali, seperti Albert Einstein. Penemuan dan inovasi di bidang kesehatan tumbuh lebih cepat dibanding era sebelumnya. Penisilin ditemukan, vaksin ditemukan, imunisasi ditemukan, vaksinasi dan antibiotik juga ditemukan. 

2. Industri Besar Tercipta Diisi Lulusan Baru

Seiringan penemuan dibidang medis, ditemukan juga penemuan lain pada bidang manajemen, teknologi, alat rumah tangga, seni kriya, yang bermanfaat. Karena  manusia harus menghindari bahaya kuman dan virus, sehingga kenyamanan hidup dan kesejahteraan manusia menjadi tujuan ilmu pengetahuan di abad 20. Para ilmuwan berlomba menciptakan paten produk yang terbaik memastikan perlawanan manusia terhadap organisme lainnya. Dari cat yang aman, kulkas, AC, pasta gigi, sikat gigi, sabun cuci. Ini mendorong industri jenis baru yang hanya bisa di isi oleh fresh graduate terdidik.

3. Politik Berubah

Kehidupan politik kenegaraan juga berubah. Kemudahan melalui peraturan, akan tercipta khusus kepada para pelajar, dan generasi muda saat pandemi ini. Kamu akan serba dimudahkan oleh previles dari negara, karena bagi negara yang terpenting adalah generasi muda dan generasi tenaga kerja baru yang harus dilindungi dan diamankan masa depannya, agar kelak akan berikan imbal balik juga pada negara.

4. Mood Masyarakat Berubah

Mood atau habitus, atau dalam bahasa sederhananya sikap masyarakat juga ikut berubah. Kerjasama bisa semakin mudah, kesetiakawanan sosial meningkat, karena pandemi ini tidak bisa dikalahkan kecuali semua orang bersatu dan punya kepentingan yang sama. Serta punya semangat yang sama dalam menjalankan kepentingannya. 

5. Lalu Apa Yang Akan Kamu Lakukan?

Sebagai pelaku sejarah jangan sampai kamu diam saja di rumah. Mulai rintis titik cerah karirmu di masa depan detik ini juga, dengan cara terlibat dalam kebersamaan dengan masyarakat di masa pandemi ini.  Pelajaran itu jelas akan jadi penentu kesuksesan karir sendiri di masa depan. Darinya kamu akan:

  • Tahu tentang pengaruh, atau pangkat dan efeknya pada masyarakat.
  • Kamu  juga bisa belajar berikan solusi. 
  • Kamu juga Belajar memahami dunia medis dan kesehatan masyarakat dari awal. 
  • Belajar manajerial, dengan ikut ke dalam suatu tim dan seksi. 
  • Belajar memanfaatkan teknologi tepat guna untuk menyelamatkan lingkunganmu sendiri dari bencana persebaran pandemi Covid19. 
  • Belajar berinovasi tentang apa yang terbaik untuk masyarakatmu.

Jadi? Pelajar jangan hanya diam. Dengan ikuti rapat, ikuti pengambilan keputusan di desa, ikuti mendengar, memperhatikan cara orang dewasa menangani krisis dan melakukan manajemen SDM dan SDA, akan jadi pelajaran penting yang tidak akan bisa kamu dapatkan setiap hari di sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Kamar Berantakan Tanda Kamu Orang yang Kreatif Lho!

Selama ini kita selalu disuruh untuk menjadi rapi. Kemeja harus rapih. Naruh barang di tas…