Ini Dia 3 Jenis Kata Imbuhan dalam Bahasa Indonesia yang Paling Sering Digunakan

Kata imbuhan menjadi salah satu materi yang tidak akan pernah lekang oleh waktu. Dimulai sewaktu SD, SMP, bahkan hingga perkuliahan, kamu akan menemukan kata imbuhan sebagai salah satu materi yang bermanfaat dalam mengerjakan berbagai tugas terutama berkaitan dengan Bahasa Indonesia guys. 

Nah, tahukah kamu terdapat cukup banyak jenis kata imbuhan dalam Bahasa Indonesia guys. Berbagai jenis tersebut juga memiliki fungsi dan maknanya masing-masing guys. Pada kesempatan kali ini, penulis hendak membagikan beberapa jenis kata imbuhan beserta contoh-contohnya. So, langsung simak ulasannya di bawah ini ya!

Daftar Isi

Pengertian Kata Imbuhan

tips meningkatkan kemampuan menulis
Words text from wooden blocks on desk

Sebelum mengenal lebih dalam mengenai jenis-jenis kata imbuhan, maka pertama-tama penulis ingin mengenalkanmu pada pengertian dari kata imbuhan. Kata imbuhan adalah bunyi-bunyi yang dengan sengaja ditambahkan dalam sebuah kata untuk menciptakan makna kata baru.

Kata imbuhan umumnya bisa disisipkan pada awal, akhir, maupun awal dan akhir suatu kata. Dengan demikian, timbul suatu makna baru yang berkaitan dengan predikat dalam suatu kalimat. Artinya, kalimat tersebut bisa menjadi aktif maupun pasif. 

Contoh sederhananya, kata dasar minum. Apabila ditambah kata imbuhan di akhir, maka menjadi minuman yang berarti barang atau sesuatu yang diminum. Kata imbuhan juga bisa merubah jenis kata, mungkin dari nomina menjadi adjektiva atau verba

Jenis-Jenis Kata Imbuhan

materi bahasa inggris kelas 10 bab 14
Magnifying glass with many wood letters of English alphabets, searching words to communicate, learning English concept

1. Berdasarkan Penggunaannya

Jenis kata imbuhan yang pertama, penulis klasifikasikan berdasarkan penggunaannya. Yap, kamu pasti sudah tahu bukan kalau penggunaan kata imbuhan dapat merubah jenis kata terdahulu, sehingga membentuk jenis kata yang baru. 

Berdasarkan penggunaannya, imbuhan dibagi menjadi imbuhan produktif dan imbuhan tak produktif. Imbuhan tak produktif sendiri adalah imbuhan yang menggunakan kata -em, -is, -el, -er, dan -wati. 

Baca Juga:  Materi Bahasa Indonesia Kelas 12 Bab 3 Memahami Isu Terkini Lewat Editorial

Sementara itu, imbuhan produkti merupakan jenis imbuhan yang seringkali digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari ber-, se-, per-, meng-, dan peng-. Gimana cukup mudah untuk dihafalkan bukan?

2. Berdasarkan Letaknya

Kalau jenis kata imbuhan satu ini pasti sudah tidak asing bagi sebagian dari kamu bukan? Pertama, karena sering banget digunakan dalam bahasa sehari-hari dan menjadi salah satu materi dalam pelajaran Bahasa Indonesia di tingkat SMP sampai dengan SMA juga. 

a. Awalan

Jenis kata imbuhan berdasarkan letak yang pertama disebut sebagai prefiks atau kata awalan. Terdapat beberapa jenis awalan yang paling sering digunakan, seperti ber-, se-, ke-, ter-, dan juga pe-. 

Menariknya, masing-masing dari awalan ini memiliki fungsi dan maknanya sendiri-sendiri lho. Dimulai dari awalan ter- yang bermakna ‘paling’. Bisa juga diartikan sebagai mendadak, hasil dari sebuah tindakan, hingga tindakan yang tidak disengaja guys. Misalnya, tercantik, tercemar, tertidur, dan lainnya. 

Next, ada awalan pe- yang biasanya digunakan untuk memaknai profesi, tindakan alat, hingga sifat tertentu. Oh iya, yang menarik adalah awalan pe- juga bisa menyesuaikan kata yang berkaitan. Bisa saja berubah menjadi per-, peny-, maupun pel-. Contohnya, pemalas, penjual, pelajar, dan masih banyak. 

Lanjut ke awalan ber- sebagai salah satu jenis imbuhan yang paling sering ditemui sekaligus digunakan. Awalan ini sendiri memiliki beberapa makna seperti kepemilikan, jumlah, maupun menyatakan kondisi tertentu. Misalnya, berduka, bertiga, berbau, berteman, dan lain-lain. 

Ga kalah sering digunakan dari awalan ber-, kini juga ada awalan se- yang memiliki beberapa makna seperti bilangan, suatu tindakan yang dilakukan bersama, menunjukkan waktu, maupun keseluruhan. Misalnya, sekantor, serumah, sebuah, setinggi, dan sebelum.

Terakhir dari jenis kata imbuhan awalan ada ke- sebagai imbuhan awal yang memiliki bangka tingkatan atau menunjukkan angka. Misalnya, kedua, ketiga, keempat, hingga kelima. 

Baca Juga:  8 Cara Membaca Karya Sastra Indonesia dengan Mudah, Khusus Bagi Pemula!

b. Akhiran

Jenis kata imbuhan berikutnya adalah sufiks atau imbuhan di akhir.  Tak jauh berbeda dengan awalan, akhiran juga memiliki beberapa makna berbeda antar satu imbuhan dengan imbuhan lainnya. 

Pertama, pada kata akhiran -i. Yap, akhiran ini seringkali digunakan apalagi ketika hendak memberikan makna kata kerja. Contoh dari penggunaan akhiran -i, yakni pada kata awal-i, akhir-i, atau jauh-i. 

Berikutnya, makna akhiran -kan. Kamu pasti sudah sering mendengar kata yang menggunakan akhiran ini bukan? Biasanya guys, akhiran -kan digunakan dalam mengungkapkan kata kerja, melakukan sesuatu, atau menjadikan sesuatu. Contohnya gimana? membersih-kan, tuntas-kan, dan lain sebagainya. 

Next, makna akhiran -nya. Tak jauh berbeda dengan kedua akhiran di atas, imbuhan ini menunjukkan kepemilikan, sesuatu yang telah terjadi, hingga kondisi yang juga telah terjadi. Misalnya, jalan-nya, tenang-nya, selama-nya. 

c. Sisipan 

Jenis kata imbuhan berikutnya seringkali dikenal dengan sebutan infiks atau sisipan guys. Sama seperti akhiran atau awalan, terdapat beberapa makna imbuhan yang berbeda antara satu sisipan dengan yang lain. 

Mulai dari imbuhan sisipan -el- yang berfungsi dalam membentuk kata benda maupun kata kerja apabila digabungkan dengan kata dasar. Misalnya, pada kata melaju dan telapak. 

Di luar itu, masih terdapat beberapa imbuhan sisipan yang sering kamu gunakan, sadar atau tidak. Seperti sisipan -er- dalam kata seruling, kemudian sisipan -em- yang berfungsi membentuk kata sifat, dan juga sisipan -in- yang berfungsi membentuk kata kerja. Misalnya, pada kata sinambung. 

d. Gabungan Awalan dan Akhiran

Jenis imbuhan yang terakhir berdasarkan letaknya ialah gabungan di awalan dan juga akhiran guys. Terdapat beberapa klasifikasi lagi untuk menjelaskan jenis imbuhan ini. 

Mulai dari ‘se-nya’ yang memiliki makna sebagai tingkatan hingga waktu, kemudian imbuhan ‘pe-an’ yang bisa bermakna tempat, alat, hingga cara, dan yang terakhir adalah imbuhan ‘ber-an’ yang dapat membentuk makna saling atau perbuatan yang dilakukan oleh banyak orang. 

Baca Juga:  Materi Bahasa Indonesia Kelas 8 Bab 7 Berbahasa Persuasif

3. Berdasarkan Kata Serapan Bahasa Asing

Yap, kamu pasti pernah mendengar kalau Bahasa Indonesia sendiri seringkali menyerap beberapa bahasa asing. Hal ini wajar karena dulu kita pernah dijajah oleh bangsa barat yang sedikit banyak akhirnya memengaruhi berbagai kosakata dalam Bahasa Indonesia. Nah, berikut di antaranya:

a. Imbuhan Bahasa Inggris

Jenis kata imbuhan yang pertama berasal dari Bahasa Inggris. Jenis kata ini seringkali kita gunakan lho guys. Umumnya sih berfungsi untuk membentuk kata sifat seperti -an, -en, -is, dan -al. Beberapa contohnya seperti, egois, formal, deskriptif, hingga kata presiden.

b. Imbuhan Bahasa Arab

Selanjutnya, ada jenis kata imbuhan yang berasal dari Bahasa Arab. FYI, dahulu pedagang Arab termasuk komunitas yang melakukan perdagangan secara masif di Indonesia guys. Jadi, tak jarang ada beberapa ‘peninggalan’ bangsa Arab dalam pembentukan bahasa di Indonesia. 

Nah, umumnya nih kata imbuhan dari Bahasa Arab berfungsi untuk membentuk kata sifat atau penanda dari kata sifat guy. Misalnya, penggunaan imbuhan -i dan -ah pada kata alam-i, alami-ah, dan manusia-wi. 

c. Imbuhan Bahasa Sansekerta

Jenis kata imbuhan yang terakhir adalah serapan dari Bahasa Sansekerta. Bahasa ini sendiri menjadi salah satu sumber kosakata dalam Bahasa Indonesia lho guys. 

Umumnya nih, kata imbuhan dari Bahasa Sansekerta berfungsi untuk membentuk kata benda seperti -man, -wati, dan -wan. Contohnya seperti warta-wan, praga-wati, maupun budi-man.

Yap, di atas adalah beberapa jenis kata imbuhan yang akan sangat bermanfaat apabila kamu pelajari sungguh-sungguh. Percaya deh dalam penulisan berbagai tugas kuliah, bahkan skripsi akan sangat berguna apabila kamu memahami betul kata imbuhan. Hal ini juga bisa membantumu dalam memilih diksi yang tepat guys!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

8 Cara Membaca Karya Sastra Indonesia dengan Mudah, Khusus Bagi Pemula!

Halo teman-teman semua! Apa kabarmu? Penulis harap kamu dalam keadaan sehat dan tetap sema…