Kredit Mobil Syariah, Kentungan dan Cara Mendapatkannya

Transaksi berbasis syariah yang menawarkan transaksi aman dan halal kini tengah populer di kalangan masyarakat. Salah satu jenisnya adalah kredit mobil syariah.

Pertanyaannya kini, kredit mobil bekas atau baru apakah riba? Jenis layanan kredit mobil satu ini juga cocok dipilih oleh umat Muslim yang ingin terhindar dari dosa riba dalam bentuk bunga.

Kredit mobil tanpa riba juga menawarkan beberapa keuntungan menarik, salah satunya adalah kamu bisa kredit mobil tanpa DP, baik untuk mobil baru atau bekas.

Namun, sebelum mengajukan kredit satu ini, cari tahu dulu informasinya lebih dalam. Termasuk juga informasi mengenai biaya asuransi mobil.

Buat lebih jelas mengenai layanan kredit mobil berbasis syariah, yuk kita ketahui dalam penjelasan berikut!

Kredit Mobil Syariah

Mengenal Kredit Mobil Syariah

Kredit mobil syariah adalah cara membeli mobil baru maupun bekas secara non tunai menggunakan cara yang halal yang sesuai dengan syariat ajaran Islam.

Dalam kredit ini, kamu tidak akan dibebankan bunga untuk setiap pembelian dan cicilan mobil. Hal ini karena konsep memberikan bunga dalam suatu transaksi termasuk perbuatan riba sehingga harus dihindari.

Pemberi kredit berperan sebagai penjual dan penerima kredit berperan sebagai pembeli. Penjual disini kemudian menjual mobil dengan mengambil profit.

Profit dalam transaksi jual beli adalah hal lumrah, sehingga penyedia layanan kredit syariah mendapatkan keuntungan dari profit tersebut.

Berbeda dengan kredit konvensional yang mengambil keuntungan dari bunga dan sifatnya riba sehingga hukumnya haram. Sehingga layanan kredit jenis ini bisa dipertimbangkan oleh umat muslim.

Cara Mendapatkan Layanan Kredit Mobil Secara Syariah

Jika tertarik untuk mendapatkan layanan kredit mobil syariah, maka perlu mencarinya dengan benar. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:

1. Mencari Referensi Penyedia Kredit Syariah

Cara yang pertama adalah mencari referensi terkait penyedia layanan kredit secara syariah. Beberapa bank syariah melayani kredit pembelian mobil, sehingga perlu dicari tahu bank mana saja yang termasuk di dalamnya. Kumpulkan lebih banyak referensi agar memiliki lebih banyak pilihan.

2. Pilih yang Sudah Terpercaya

Jika sudah selesai mengumpulkan referensi daftar bank penyedia layanan kredit mobil secara syariah. Maka tahap berikutnya adalah menyaring daftar tersebut, yakni mengutamakan yang sudah terpercaya. Oleh sebab itu, penting untuk mencari daftar bank penyedia layanan kredit syariah sebanyak mungkin.

Kemudian pastikan bank tersebut resmi, sudah terdaftar di LPS (Lembaga Penjaminan Masyarakat) dan memenuhi perizinan lain sesuai aturan. Sehingga layanan kreditnya jelas dan dijamin sudah sesuai syariat. Hal ini tentu menjadi pertimbangan penting terutama umat muslim yang sejak awal berniat terhindar dari riba.

3. Memilih yang Pengambilan Profitnya Kompetitif

Bank syariah yang menyediakan layanan kredit sekali lagi tidak menggunakan sistem suku bunga. Melainkan sistem profit dalam transaksi jual beli, sehingga setiap bank mengambil nilai profit yang berbeda. Silahkan dibandingkan untuk menemukan bank syariah dengan profit paling rendah agar angsurannya juga ringan.

4. Pelajari Sistem Kredit Syariah yang Diterapkan

Berikutnya adalah mencoba mempelajari sistem kredit syariah yang diterapkan oleh bank syariah tersebut. Sistem yang dimaksud disini mencakup prosedur pengajuan kredit mobil syariah, biaya-biaya yang menyertainya, sistem pembayaran angsuran, nilai angsuran, dan lain sebagainya.

Semua wajib dipelajari agar lebih mengetahui skemanya seperti apa dan bagaimana strategi agar pengajuan kredit diterima. Tidak kalah penting adalah membantu menyusun strategi agar angsuran mobil bisa dibayar dengan baik tanpa resiko terlambat melakukan pembayaran.

Keuntungan Kredit Mobil Syariah

Selain menawarkan kredit mobil tanpa DP dan bunga, jenis kredit mobil sesuai syariat Islam tanpa riba ini juga menawarkan berbagai keuntungan lainnya seperti:

1. Cicilan Tetap

Salah satu keuntungan dari kredit mobil syariah adalah menawarkan cicilan tetap. Hal ini dikarenakan margin atau keuntungan perusahaan yang digunakan bersifat flat atau tetap. Jadi walaupun suku bunga bank konvensional mengalami kenaikan, tidak akan berpengaruh terhadap cicilan kredit karena akan tetap sama seperti awal.

2. Tidak Ada Suku Bunga

Berbeda dengan kredit mobil konvensional yang memberikan bunga untuk cicilannya, pada kredit mobil syariah ini tanpa dikenakan suku bunga. Hal ini karena bunga termasuk riba sehingga tidak dianjurkan dalam syariat Islam. Sebagai gantinya, perusahaan akan mendapatkan keuntungan dari selisih harga beli dan harga jual yang telah disepakati sebelumnya. Jadi, apakah kredit mobil di bank syariah termasuk riba? Tentu saja tidak.

3. Tidak Ada Biaya Denda Keterlambatan Bayar

Perusahaan penyedia kredit mobil menurut agama Islam tidak membebankan denda kepada nasabah yang mengalami keterlambatan membayar cicilan. Sebagai gantinya, jika kamu terlambat membayar cicilan maka diwajibkan untuk membayar sejumlah uang yang nantinya akan disalurkan ke lembaga sosial. Jadi, walaupun kamu terlambat membayar cicilan, hikmahnya adalah kamu bisa sekalian beramal.

4. Sumber Dana Dijamin Halal

Sumber pembiayaan pada kredit mobil syariah berasal dari bank syariah. Hal ini menjamin bahwa dana yang digunakan untuk membeli mobil sudah dipastikan berasal dari dana halal. Dengan sumber yang halal ini, diharapkan kendaraan akan bisa memberikan manfaat dan keberkahan bagi penggunanya.

5. Alokasi Dana Untuk Hal Positif

Dalam kredit mobil sesuai syariat Islam ini, nasabah tidak dikenakan bunga untuk cicilan kreditnya. Akan tetapi kamu yang diharuskan untuk membayar uang sebagai denda dari keterlambatan membayar. Denda tersebut juga tidak digunakan untuk keuntungan perusahaan akan tetapi dialokasikan untuk hal positif seperti lembaga sosial. Dengan cara ini, kamu bisa kredit mobil sekaligus beramal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Kamar Berantakan Tanda Kamu Orang yang Kreatif Lho!

Selama ini kita selalu disuruh untuk menjadi rapi. Kemeja harus rapih. Naruh barang di tas…