Berkarya Seni Rupa Dua Dimensi

Halo teman-teman semua! Selamat datang di Materi Seni Budaya Kelas 10 Bab 1 mengenai Berkarya Seni Rupa Dua Dimensi. Siapa nih di antara kamu yang suka banget menggambar? Tentu kamu udah ga asing dong dengan istilah seni dua dimensi? Nah, untuk penjelasan lebih lanjut, langsung simak ulasan di bawah ini ya.

Bab 1: Berkarya Seni Rupa Dua Dimensi


Berdasarkan bentuk atau dimensinya, seni rupa ada 2 yaitu dua dimensi (2D) yang memiliki dua ukuran dan tiga dimensi (3D) yang memiliki 3 ukuran atau mempunyai ruang. Berdasar fungsinya, seni rupa ada 2 yaitu Murni (Pure Art) yang berfungsi sebagai keindahan dan Terapan (Applied Art) yang memiliki fungsi praktis.  

Pembuatan karya seni rupa terapan melalui proses perancangan (desain). Pertimbangan aspek-aspek karya seni terapan berfungsi untuk memperindah bentuk, tampilan sebuah benda dan meningkatkan kenyamanan penggunaanya. 

Berdasar karakteristik media (alat, teknik, bahan) dan orientasi pembuatannya seni rupa digolongkan menjadi seni lukis, seni patung, seni grafis, seni kriya, dan desain. 

Seorang perupa (seniman, desainer, kriyawan, perajin dan sebagainya) mengolah unsur-unsur seni rupa fisik dan nonfisik. Unsur fisik dapat dilihat secara langsung dan diraba, unsur nonfisik adalah prinsip atau kaidah-kaidah umum yang digunakan untuk menempatkan unsur-unsur fisik dalam sebuah karya seni. 

Unsur-unsur Seni Rupa

1. Garis

Garis (line) sendiri ialah unsur fisik mendasar dan penting dalam seni rupa karena memiliki dimensi memanjang, arah, sifat-sifat khusus seperti pendek, panjang, vertikal, horizontal, lurus, melengkung, berombak, dan sebagainya. 

Garis dapat digunakan untuk mengkomunikasikan gagasan dan mengekspresikan diri. Garis tebal tegak lurus memberi kesan kuat dan tegas; garis tipis melengkung, memberi kesan lemah dan ringkih.

Karakter garis yang dihasilkan oleh alat yang berbeda menghasilkan karakter yang berbeda. Berikut contoh macam-macam bentuk garis : 

materi seni budaya kelas 10 bab 1

2. Raut

Raut adalah tampak, potongan atau wujud dari suatu objek. Bidang digunakan untuk menunjuk wujud benda yang cenderung pipih atau data, bangun atau bentuk menunjuk kepada wujud benda yang memiliki volume (mass). Berikut contoh bidang dan bentuk: 

materi seni budaya kelas 10 bab 1

3. Tekstur

Tekstur menunjukkan kualitas taktil dari suatu permukaan atau penggambaran struktur permukaan suatu objek. Berdasar wujudnya, tekstur dibagi menjadi 2 yaitu tekstur asli adalah perbedaan ketinggian permukaan objek yang nyata dan dapat diraba.

Sementara itu, tekstur buatan adalah kesan permukaan objek yang timbul pada suatu bidang karena pengolahan unsur garis, warna, ruang, terang-gelap, dan sebagainya. Berikut contoh arsir untuk menunjukkan tekstur: 

4. Warna

Warna adalah unsur rupa yang paling menarik perhatian. Menurut teori warna Brewster, semua warna yang ada berasal dari tiga warna pokok (primer) yaitu merah, kuning, dan biru. Teknik penggunaan warna ada 5, yaitu harmonis, heraldis, murni, monokromatik dan polikromatik. 

Harmonis adalah warna yang sesuai dengan kenyataan, contohnya daun berwarna hijau. Heraldis adalah warna untuk keperluan perlambangan, contohnya putih melambangkan kesucian. Murni adalah penggunaan warna secara bebas, contoh pohon diberi warna biru. 

Monokromatik adalah warna hitam-putih, namun sebenarnya ada unsur abu-abu tetapi sangat halus dan kontras. Polikromatik adalah warna yang terjadi karena pembiasan prisma, memiliki banyak warna dan panjang gelombang. Berikut contoh warna polikromatik

materi seni budaya kelas 10 bab 1

5. Gelap Terang

Unsur gelap-terang timbul karena adanya perbedaan intensitas cahaya yang jatuh pada permukaan benda. Perbedaan ini menyebabkan munculnya tingkat nada warna (value) yang berbeda.

Bagian yang terkena cahaya akan lebih terang dan bagian yang kurang terkena cahaya tampak lebih gelap. Berikut contoh gambar menggunakan unsur gelap-terang: 

materi seni budaya kelas 10 bab 1

Membuat Seni Rupa Dua Dimensi

1. Sumber Bahan

Berdasar sumber bahan dan proses pengolahannya, bahan untuk berkarya seni rupa ada 2 yaitu alami dan sintetis. Bahan alami adalah material yang bahan dasarnya berasal dari alam, dapat digunakan secara langsung tanpa proses pengolahan secara kimiawi di pabrik atau industri terlebih dahulu. 

Bahan sintetis adalah bahan alam yang diolah melalui proses pabriksasi/industri menjadi bahan baru yang memiliki sifat dan karakter khusus. Berdasar sifat materialnya, bahan berkarya seni rupa dikategorikan dalam bahan keras, lunak, cair, padat, dan sebagainya. 

2. Alat-alat yang Diperlukan

Karya seni rupa mempunyai peralatan khusus yang tidak dipergunakan pada jenis karya lainnya. Namun, ada juga yang digunakan hampir semua proses berkarya seni rupa seperti alat-alat tulis (gambar) untuk membuat desain. Seni rupa dua dimensi dikenal kategori alat utama untuk berkarya, yaitu alat untuk membentuk, menggambar, mewarnai, dan mencetak (mendupilkasi). 

Alat-alat penunjang untuk memudahkan atau melancarkan proses pembuatan karya seni rupa yaitu alat pemotong (pisau dan gunting), alat pengering, alat pengukur dan sebagainya. Adanya kemajuan teknologi, saat ini semua fungsi alat yang digunakan dalam berkarya seni rupa relatif dapat dilakukan oleh komputer. 

3. Teknik dalam Seni Rupa

Membuat karya seni rupa dibutuhkan keterampilan teknis menggunakan alat dan mengolah bahan. Contohnya untuk mewujudkan objek dalam karya lukisan, seorang perupa atau seniman lukis harus menguasai keterampilan teknis menggunakan alat (kuas) dan mengolah bahan (cat) pada kanvas (medium).

Karya seni rupa ada yang dinamai berdasarkan teknik utama yang digunakan dalam pembuatannya. Contohnya seni kriya batik menunjukkan jenis karya seni rupa yang dibuat dengan teknik membatik, seni kriya anyam untuk menamai jenis karya seni rupa yang dibuat dengan teknik menganyam. 

Pembuatan karya seni rupa dua dimensi dilakukan melalui proses secara bertahap. Tahapan dalam berkarya berbeda antara satu jenis karya dengan jenis karya lainnya mengikuti karakteristik bahan, teknik, alat, dan medium yang digunakan untuk mewujudkan karya seni rupa.

Hasil Karya Seni Rupa Dua Dimensi

Pada karya dua dimensi kesan ruang dapat dihadirkan dalam karya dengan pengolahan unsur-unsur kerupaan lainnya seperti perbedaan intensitas warna, gelap-terang, atau menggunakan teknik menggambar perspektif untuk menciptakan ruang semu (khayal). Berikut contoh seni rupa 2D yang menunjukkan kesan ruang: 

materi seni budaya kelas 10 bab 1

Selain itu, penataan unsur visual seni rupa menggunakan prinsip dasar berupa kaidah atau aturan baku (komposisi) yang diyakini oleh seniman dan perupa, dapat membentuk karya seni yang baik dan indah.

Komposisi berasal dari bahasa latin compositio, artinya menyusun atau menggabungkan menjadi satu. Komposisi dapat mencakup beberapa prinsip penataan seperti:

  1. kesatuan (unity);
  2. keseimbangan (balance),
  3. irama (rhythm),
  4. penekanan,
  5. proporsi dan keselarasan.

Prinsip-prinsip dasar ini merupakan unsur non fisik dari karya seni rupa. Berikut contoh karya seni rupa dengan keseimbangan A-simetris : 

materi seni budaya kelas 10 bab 1

Daftar Pustaka:
Soetedja, Zackaria dkk. 2017. Seni Budaya SMA/MA SMK/MAK Kelas X Semester 1. Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Materi Seni Budaya Kelas 10 Semester 1 dan 2

Materi Seni Budaya Kelas 10 | Seni Budaya merujuk pada kesenian dan kebudayaan yang diprak…