Categories: Kelas 10Seni Budaya

Materi Seni Budaya Kelas 10 Bab 10 Kritik Karya Seni Rupa

Share

Halo semua! Hari ini penulis ingin melanjutkan materi Seni Budaya kelas 10 bab 10 mengenai Kritik Karya Seni Rupa. Jangan lupa persiapkan alat tulis dan buku untuk mencatat berbagai informasi penting di bawah ini. Yuk, langsung simak ulasan berikut ya teman-teman!

Bab 10 :
Kritik Karya Seni Rupa


Side view portrait of mature bearded man looking at paintings while enjoying exhibition in modern gallery or museum, copy space

Apresiasi Karya Seni Rupa

Mengapresiasi karya seni adalah upaya untuk memahami berbagai hasil seni dengan segala permasalahannya dan menjadi lebih peka terhadap nilai-nilai estetika yang terkandung di dalamnya. 

Fungsi apresiasi seni ada 2 yaitu pertama, agar kita dapat meningkatkan karya bangsa sendiri dan sekaligus kecintaan kepada sesama manusia. Kedua, berhubungan dengan kegiatan mental yaitu penikmatan, penilaian, empati dan hiburan. 

Melalui kegiatan apresiasi, tidak hanya belajar untuk memahami atau menghargai karya seni, tetapi dapat diimplementasikan untuk menghargai berbagai perbedaan yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Kepedulian terhadap karya seni dan warisan budaya bangsa dapat ditumbuhkan dengan pembelajaran apresiasi. 

Kritik Karya Seni Rupa

Kritik seni merupakan kegiatan menanggapi karya seni, namun fokus dari kritik seni bertujuan untuk menunjukkan kelebihan dan kekurangan suatu karya seni.

Keterangan mengenai kelebihan dan kekurangan digunakan dalam berbagai aspek, terutama sebagai bahan untuk menunjukkan kualitas dari sebuah karya. 

Para ahli seni beranggapan bahwa kegiatan kritik dimulai dari kebutuhan untuk memahami (apresiasi) kemudian kebutuhan memperoleh kesenangan dari kegiatan memperbincangkan berbagai hal yang berkaitan dengan karya seni. 

Kritik karya seni dapat meningkatkan kualitas pemahaman, apresiasi terhadap sebuah karya seni, sebagai standar untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil berkarya seni. 

Tanggapan dan penilaian yang disampaikan oleh kritikus ternama sangat mempengaruhi persepsi penikmat terhadap kualitas karya seni, bahkan dapat mempengaruhi penilaian ekonomi (price) dari karya seni. 

Dalam dunia pendidikan, kritik dapat digunakan sebagai evaluasi dalam proses pembelajaran seni. Kekurangan pada sebuah karya dapat dijadikan bahan analisis untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran maupun hasil belajar tentang seni. 

Jenis-jenis Kritik Seni Rupa

1. Berdasarkan Pendekatannya

  1. kritik populer (popular criticism),
  2. kritik jurnalistik (journalistic criticism),
  3. kritik keilmuan (scholarly criticism),
  4. dan kritik pendidikan (pedagogical criticism).

Setiap jenis mempunyai ciri (kriteria), media (alat dan bahasa), cara (metode), sudut pandang, sasaran, dan materi yang berbeda. 

2. Berdasar Titik Tolak atau Landasannya

a. Kritik Formalistik

Kritik formalistik melihat kualitas karya berdasar konfigurasi unsur-unsur pembentukannya, prinsip penataannya, teknik, bahan dan medium yang digunakan dalam berkarya seni. 

b. Kritik Ekspresivistik

Kritik ekspresivistik menilai sebuah karya berdasar kualitas gagasan dan perasaan yang ingin dikomunikasikan oleh perupa melalui sebuah karya seni, menanggapi kesesuaian atau keterkaitan antara judul, tema, isi, dan visualisasi objek-objek yang ditampilkan dalam sebuah karya. 

c. Kritik Instrumentalistik

Kritik Instrumentalistik adalah jenis kritik seni yang cenderung menilai karya seni berdasar kemampuannya mencapai tujuan moral, religius, politik atau psikologi. Dalam prakteknya, penggunaan jenis kritik seni ini disesuaikan dengan jenis dan tujuan pembuatan karya seni rupanya. 

Fungsi Kritik Seni Rupa

Fungsi kritik seni yang pertama adalah menjembatani persepsi, apresiasi artistik dan estetik karya seni rupa antara pencipta (perupa), karya, dan penikmat seni. Komunikasi antara karya yang disajikan kepada penikmat seni menghasilkan interaksi timbal-balik antara keduanya. 

Bagi perupa, kritik seni berfungsi mendeteksi kelemahan, mengupas kedalaman, dan membangun kekurangan pada karya seninya. Bagi apresiator atau penikmat karya seni, kritik seni membantu memahami karya, meningkatkan wawasan dan pengetahuan terhadap karya seni yang berkualitas. 

Tahapan Mengkritik Karya Seni Rupa

Ada 4 tahapan mengkritisi karya seni rupa, yaitu mendeskripsi, menganalisis, menafsirkan, dan menilai. Deskripsi adalah tahapan dalam kritik untuk menemukan, mencatat, dan mendeskripsikan segala sesuatu yang dilihat apa adanya dan tidak berusaha melakukan analisis atau mengambil kesimpulan. 

Agar dapat mendeskripsikan dengan baik, harus mengetahui istilah-istilah teknis yang digunakan dalam dunia seni rupa. Tanpa pengetahuan tersebut, akan kesulitan untuk mendeskripsikan fenomena karya yang dilihat.

Analisis formal adalah tahapan dalam kritik karya seni untuk menelusuri sebuah karya seni berdasar struktur formal atau unsur-unsur pembentuknya. Pada tahap analisis, harus memahami unsur-unsur seni dan prinsip-prinsip penataan atau penempatannya dalam sebuah karya seni.

Menafsirkan atau menginterpretasikan adalah tahapan penafsiran makna sebuah karya seni meliputi tema yang digarap, simbol yang dihadirkan, dan masalah-masalah yang dikedepankan. 

Penafsiran bersifat terbuka, dipengaruhi sudut pandang dan wawasan. Semakin luas wawasan, semakin kaya interpretasi karya yang dikritisinya. Untuk memperluas wawasan, maka harus banyak mencari informasi dan membaca, khususnya yang berkaitan dengan karya seni rupa. 

Evaluasi atau penilaian adalah tahapan dalam kritik untuk menentukan kualitas karya seni bila dibandingkan dengan karya lain yang sejenis. Perbandingan dilakukan terhadap berbagai aspek yang terkait dengan karya tersebut dalam aspek formal dan konteks.  

Langkah – langkah evaluasi: 

  1. Membandingkan sebanyak-banyaknya karya yang dinilai dengan karya yang sejenis
  2. Menetapkan tujuan atau fungsi karya yang dikritisi
  3. Menetapkan sejauh mana karya yang ditetapkan “berbeda” dari yang telah ada sebelumnya
  4. Menelaah karya yang dimaksud dari segi kebutuhan khusus dan segi pandang tertentu yang melatarbelakanginya

Contoh Kritik Karya Seni Rupa

Daftar Pustaka: 
Soetedja, Zackaria dkk. 2017. Seni Budaya SMA/MA SMK/MAK Kelas X Semester 2. Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

This post was last modified on September 21, 2021 10:52 am

Rita Purwanti

Alumni Biologi Universitas Islam Malang, Folow Instagram : @ritarapunzel12, Facebook : Rita Purwanti

Leave a Comment
Published by
Rita Purwanti

Recent Posts

6 Rekomendasi Novel Sastra Jepang Terbaik yang Wajib Dibaca Mahasiswa!

Halo teman-teman semua! Siapa nih di antara kamu yang gemar membaca buku-buku sastra? Yap, buku… Read More

Agustus 15, 2022

Kepoin Yuk 8 Rekomendasi Beasiswa S1 di Kampus Terbaik Dalam dan Luar Negeri!

Siapa sih di antara kamu yang tidak tertarik untuk mendapatkan beasiswa? Yap, beasiswa menjadi salah… Read More

Agustus 14, 2022

Kenalan Yuk dengan Jurusan Seni Teater, Beserta 5 Prospek Pekerjaannya yang Menarik!

Siapa nih di antara kamu yang diam-diam tertarik saat melihat pagelaran drama atau seni peran… Read More

Agustus 11, 2022

7 Perjanjian Hindia Belanda dengan Indonesia, dari Masa VOC Hingga Pasca Kemerdekaan

Kamu tentu tidak asing bukan dengan sejarah mengenai Hindia-Belanda di Indonesia? Yap, Indonesia dan Belanda… Read More

Agustus 2, 2022

10 Tips Menghilangkan Rasa Malas Sebelum Belajar, Dijamin Ampuh!

Halo guys, gimana kabarnya? Kabar baik disini. Semoga disana juga ya! Siapa sih yang nggak… Read More

Agustus 2, 2022

Ketahui Yuk 4 Jenis Future Tense dalam Bahasa Inggris

Halo guys, gimana nih kabarnya? Semoga kamu semua dalam keadaan yang baik ya. Kamu tahu… Read More

Agustus 1, 2022