Categories: Kelas 10Seni Budaya

Materi Seni Budaya Kelas 10 Bab 6 Bentuk, Jenis, dan Nilai Estetis Tari

Share

Halo teman-teman! Apa kabarnya nih? Penulis harap kamu selalu sehat dan tetap semangat mengikuti pembelajaran di kelas 10 ini. Nah, hari ini penulis ingin membagikan materi Seni Budaya kelas 10 bab 6 mengenai Bentuk, Jenis, dan Nilai Estetis Tari. Yuk, simak ulasan di bawah ini.

Bab 6:
Bentuk, Jenis, dan Nilai Estetis Tari


A young teenage Balinese girl wearing a traditional Barong costume gracefully poses and dances in a Hindu temple. The Hindu culture is still well preserved and children learn at a very young age the art of Ramayana and dance.

Macam-macam Gerak Pada Tari

Tari tersusun atas berbagai gerak. Gerak tersusun atas berbagai motif gerak. Setiap gerak memiliki bentuk yang berbeda. Contohnya gerak agem, terbentuk atas gerak tangan, badan dan kaki. Agem disebut dengan bentuk gerak.

Contoh lainnya yaitu gerak trisik (berjalan dengan kaki jinjit) merupakan bentuk gerak yang terbentuk dari gerak berjalan dan gerak tangan. 

Gerak memiliki 2 jenis, yaitu gerak yang tidak mendapat sentuhan stilisasi dan gerak yang diberi stilisasi. Kedua jenis gerak ini menyatu dalam sebuah tari. Perpaduan antara bentuk dan jenis gerak menghasilkan nilai-nilai estetika pada tari yang didukung tata rias, tata busana dan properti. 

Menurut Autard, Bentuk (form) sehubungan dengan penataan komposisi tari merupakan proses penataan atau pembentukan sebuah komposisi tari yang  menghasilkan bentuk keseluruhan. Kata “bentuk (form)” digunakan pada bentuk seni manapun untuk menjelaskan sistem yang dilalui oleh setiap proses karya seni tersebut. 

Ide ataupun emosi yang dikomunikasikan sang penciptanya tercakup di dalam bentuk. Bentuk merupakan aspek yang secara estetis dievaluasi oleh penonton. Penonton tidak melihat setiap elemen karya seni yang ditampilkan tetapi memperoleh kesan secara keseluruhan dari karya tersebut. 

John Martin menyatakan bahwa bentuk dapat didefinisikan sebagai hasil dari penyatuan berbagai elemen tari, yang dipersatukan secara kolektif sebagai kekuatan estetis, yang tanpa proses penyatuan, bentuk tidak akan terwujud. Keseluruhan atau kesatuan bentuk menjadi lebih bermakna dari pada beberapa bagiannya yang terpisah. 

Bentuk-Bentuk Tari

Komposisi proses menyatukan untuk memperoleh bentuk. bentuk tari berdasar geraknya ada 2 yaitu :  

  1. Tari Representasional

Tari yang menggambarkan sesuatu dengan jelas (wantah), seperti tari tani yang menggambarkan seorang petani,  tari nelayan yang menggambarkan nelayan dan tari Bondan yang menggambarkan kasih sayang ibu kepada anaknya. Berikut contoh tari Bondan:

2. Tari non-representasional

Tari yang melukiskan sesuatu secara simbolis, biasanya menggunakan gerak-gerak maknawi. Contohnya tari Topeng Klana, tari Srimpi, tari Bedaya. Berikut contoh tari Bedaya : 

Proses Pengolahan Tari

Gerak tari yang indah berasal dari proses pengolahan yang telah mengalami stilasi (digayakan) dan distorsi (pengubahan) sehingga ada 2 jenis gerak yaitu : 

  1. Gerak murni (wantah)

Merupakan gerak yang disusun dengan tujuan untuk mendapatkan bentuk artistik (keindahan) dan tidak mempunyai maksud-maksud tertentu. Contohnya gerak Betawi, seperti gambar berikut : 

2. Gerak maknawi (gesture) atau gerak tidak wantah

Merupakan gerak yang mengandung arti atau maksud tertentu dan telah distilasi. Contohnya gerak ulap-ulap (dalam tari jawa) merupakan stilasi dari orang yang sedang melihat sesuatu yang jauh letaknya, seperti gambar berikut :  

Nilai Estetika pada Tari

Nilai estetika tari dapat dilihat secara keseluruhan dan juga pada geraknya. Nilai estetika tari dapat diperoleh melalui penglihatan (visual) dan pendengaran (auditif). Nilai estetika secara visual berdasarkan dari gerak yang dilakukan, secara auditif berdasarkan iringan tarinya. 

Nilai estetika bersifat subjektif. Gerak bagi orang tertentu memiliki nilai estetika baik tetapi bagi orang lain mungkin kurang baik. Penilaian ini tidak berarti tari yang ditampilkan baik atau kurang baik.

Contohnya gerak pada tari merak merupakan ungkapan keindahan dari gerak gerik kehidupan burung merak yang dituangkan dari gerak satu ke gerak lain sehingga menjadi satu kesatuan utuh.  

Contoh lain yaitu tari Enggang masyarakat Dayak terinspirasi dari keindahan burung Enggang. Kepak sayap Enggang diwujudkan dalam bentuk gerakan yang gemulai tetapi cekatan dan tangkas. Berikut contoh keindahan sayap burung merak diinterpretasikan melalui gerak nan indah : 

Berikut contoh kepak sayap burung Enggang divisualisasikan melalu gerak yang lembut, tetapi tegas. 

Nilai estetika dikatakan sebagai persepsi dan impresi. Persepsi adalah tahap sensasi itu telah berkesan. Persepsi menggerakkan proses asosiasi-asosiasi dan mekanisme lain seperti komparasi (perbandingan), diferensiasi (pembedaan), analogi (persamaan), sintesis (penyimpulan). Kesemuanya menghasilkan pengertian lebih luas, mendalam dan menjadi keyakinan yang disebut impresi. 

Impresi merupakan kesan pertama terhadap gerak yang dilihat dan persepsi merupakan interpretasi terhadap gerak tersebut. Pada nilai estetika, impresi dan persepsi merupakan dua sisi yang saling melengkapi. Nilai estetika dipengaruhi oleh emosi penikmat tari. 

Emosi merupakan perasaan yang perlu digugah dan harus ada untuk dapat menikmati kesenian, keindahan, dan perasaan (sedih, senang, dan sebagainya) yang dapat dikendalikan.

Tanpa adanya emosi tidak ada kenikmatan seni. Keindahan dalam kesenian dan keindahan alam bisa dinikmati hanya oleh manusia yang bisa beremosi yaitu yang perasaannya bisa digugah.

Emosi dapat terjadi antara penari dengan penikmat ketika gerak sebagai Bahasa komunikasi nonverbal dapat menghadirkan makna sesuai yang ingin disampaikan.

Contohnya dramatari, ungkapan emosi dapat disampaikan secara nonverbal melalui desain dramatik atau nyanyian sebagai dialog. Berikut contoh keindahan tari Saman terletak pada gerak yang rentak dan dinamis: 

Berikut contoh keindahan tari pakarena terletak pada kipas yang digunakan:

Berikut contoh nilai estetika tari Bali yang dicirikan dengan gerakan mata atau seledet:

Berikut contoh nilai estetika tari Golek yaitu tata rias busana dengan penggunaan bulu-bulu di bagian kepala: 

Berikut contoh keindahan tari Belian di Kalimantan Timur:

Berikut contoh keindahan tari Papua dengan bulu Cendrawasih sebagai ciri khasnya:

Daftar Pustaka: 
Soetedja, Zackaria dkk. 2017. Seni Budaya SMA/MA SMK/MAK Kelas X Semester 1. Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

This post was last modified on September 20, 2021 5:11 pm

Rita Purwanti

Alumni Biologi Universitas Islam Malang, Folow Instagram : @ritarapunzel12, Facebook : Rita Purwanti

Leave a Comment
Published by
Rita Purwanti

Recent Posts

6 Rekomendasi Novel Sastra Jepang Terbaik yang Wajib Dibaca Mahasiswa!

Halo teman-teman semua! Siapa nih di antara kamu yang gemar membaca buku-buku sastra? Yap, buku… Read More

Agustus 15, 2022

Kepoin Yuk 8 Rekomendasi Beasiswa S1 di Kampus Terbaik Dalam dan Luar Negeri!

Siapa sih di antara kamu yang tidak tertarik untuk mendapatkan beasiswa? Yap, beasiswa menjadi salah… Read More

Agustus 14, 2022

Kenalan Yuk dengan Jurusan Seni Teater, Beserta 5 Prospek Pekerjaannya yang Menarik!

Siapa nih di antara kamu yang diam-diam tertarik saat melihat pagelaran drama atau seni peran… Read More

Agustus 11, 2022

7 Perjanjian Hindia Belanda dengan Indonesia, dari Masa VOC Hingga Pasca Kemerdekaan

Kamu tentu tidak asing bukan dengan sejarah mengenai Hindia-Belanda di Indonesia? Yap, Indonesia dan Belanda… Read More

Agustus 2, 2022

10 Tips Menghilangkan Rasa Malas Sebelum Belajar, Dijamin Ampuh!

Halo guys, gimana kabarnya? Kabar baik disini. Semoga disana juga ya! Siapa sih yang nggak… Read More

Agustus 2, 2022

Ketahui Yuk 4 Jenis Future Tense dalam Bahasa Inggris

Halo guys, gimana nih kabarnya? Semoga kamu semua dalam keadaan yang baik ya. Kamu tahu… Read More

Agustus 1, 2022