Categories: Kelas 11Seni Budaya

Materi Seni Budaya Kelas 11 Bab 6 Berekspresi Dalam Seni Rupa

Share

Halo semua! Bagaimana kabar kamu? Masih semangat mengikuti pembelajaran seni rupa ya? Nah, pada kesempatan kali ini, penulis ingin mengupas tuntas materi Seni Budaya kelas 11 bab 6 mengenai mengekspresikan dalam seni rupa. Yuk, simak ulasan di bawah ini.

Bab 6:
Berekspresi Dalam Seni Rupa


Hands of Young painter working on his art inside his studio.

Proses Kreatif Dalam Seni Rupa

Pelaksanaan aktivitas kreasi seni lukis adalah kegiatan merealisasikan konsep seni sebagai ekspresi. Konsep yang berdasarkan sumber inspirasi seni dipetik dari kehidupan psikologis pelaku kreatif, bersifat subjektif, namun penting dalam membentuk keseimbangan kehidupan rohani dan jasmani seseorang (katarsis).  

Proses kreatif berekspresi memerlukan perlengkapan: kanvas ukuran 60 x 60 cm, palet, cat minyak atau cat acrylic, kuas, cucian kuas, kain lap, dan perlengkapan lain yang dipandang perlu. Proses kreatif berekspresi memiliki 4 tahapan, yaitu mengamati, mencoba, menalar, dan menyajikan. 

1. Tahap Mengamati

Dalam tahap mengamati, siswa melaksanakan pengamatan terhadap realitas internal kehidupan spiritualnya. Misalnya, memusatkan perhatian pada kehidupan rohaninya, berkenaan dengan cita-cita, emosi, nalar, intuisi, gairah, kepribadian dan pengalaman kejiwaan lain yang sekarang dialami. 

2. Tahap Mencoba

Dalam tahap mencoba, siswa mereka-reka wujud visual gagasan tersebut dalam imajinasi, kemudian membuat sketsa-sketsa alternatif bagaimana rupa karya lukisan yang diinginkan, apakah figuratif menyerupai bentuk-bentuk alamiah, semi figuratif karena telah mengalami distorsi dari bentuk alamiahnya. 

Atau nonfiguratif yang sama sekali tidak melukiskan gejala alamiah lagi, melainkan bentuk-bentuk lain (abstrak). Tidak ada batasan yang mengekang kebebasan kreatif dalam memilih gambaran wujud lukisan. Batasannya adalah pencapaian kepuasan berekspresi, sama dengan terealisasinya gagasan menjadi lukisan. 

3. Tahap Menalar

Dari sejumlah sketsa yang telah dibuat, analisis kekuatan dan kelemahan setiap sketsa. Dari aspek konseptual, visual, penggunaan media (bahan baku seni), teknik berkarya yang sesuai, dan tetapkan salah satu sketsa yang paling representatif. 

Kemudian berekspresilah dengan rasa percaya diri. Tolak ukur lukisan telah selesai atau belum adalah kepuasan yang kamu alami. Jika kepuasan mempersepsi wujud lukisan yang diciptakan, maka lukisan itu dapat dibubuhi dengan tanda tangan atau inisial kamu. Sebagai bukti kamulah penciptanya, dan kamu bertanggung jawab penuh atas ciptaan tersebut. 

4. Tahap Penyajian

Penyajian sebuah lukisan tidak sama dengan penyajian makalah dalam kegiatan diskusi. Dalam konteks ini, siswa mengerjakan pemberian bingkai yang sesuai dengan ukuran, warna, dan kesesuaian dengan aliran lukisan. 

Selanjutnya, menulis ringkasan konsep, deskripsi visual, pembuatan label (judul, tahun penciptaan, media yang digunakan, ukuran, dan nama pencipta, serta foto karya lukisan). Semua keterangan ini diprint dan dilekatkan di bagian belakang lukisan. Lukisan itu dikatakan “siap dipamerkan”. 

Kemudian, lukisan tersebut akan di simpan sementara di ruang koleksi. Penyajian seni lukis yang sesungguhnya akan diselenggarakan dalam bentuk pameran awal tahun berjalan. 

Pameran diselenggarakan dengan pembentukan panitia pameran yang bekerja-sama dengan pihak-pihak lain, misalnya galeri, kurator, sponsor, donatur, pers, dan sebagainya. 

Dari proses kegiatan berekspresi ini, potensi artistik para siswa akan berkembang. Karya-karya siswa adalah objek-objek real tentang apa yang mereka harapkan, inginkan, dan sudah pasti merupakan dokumen penting bagi kehidupan psikologis mereka. 

Dalam penciptaan lukisan menghasilkan karya seni lukis sebagai benda seni yang mengandung nilai keindahan dan makna seni. Juga berfungsi sebagai katarsis atau terapi bagi pelaku kreatifnya sendiri. 

Bagi para psikolog, karya lukisan yang diciptakan para siswa merupakan data kehidupan psikologis yang dapat dipakai sebagai objek penelitian. Misalnya, mengetahui realitas kehidupan emosional, intelektual, dan imajinasi para siswa. 

Berikut contoh lukisan karya Lucia Hartini, yaitu Breaking through The Limits, 1991, cat minyak pada kanvas, 95 x 100 cm yang merupakan  lukisan ekspresi dari kehidupan alam bawah sadar seorang pelukis, dikenal sebagai aliran surealis: 

Daftar Pustaka: 
Bangun, S. C., dkk. 2017. Seni Budaya SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI Semester 1. Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. 

This post was last modified on September 26, 2021 5:20 pm

Rita Purwanti

Alumni Biologi Universitas Islam Malang, Folow Instagram : @ritarapunzel12, Facebook : Rita Purwanti

Leave a Comment
Published by
Rita Purwanti

Recent Posts

6 Rekomendasi Novel Sastra Jepang Terbaik yang Wajib Dibaca Mahasiswa!

Halo teman-teman semua! Siapa nih di antara kamu yang gemar membaca buku-buku sastra? Yap, buku… Read More

Agustus 15, 2022

Kepoin Yuk 8 Rekomendasi Beasiswa S1 di Kampus Terbaik Dalam dan Luar Negeri!

Siapa sih di antara kamu yang tidak tertarik untuk mendapatkan beasiswa? Yap, beasiswa menjadi salah… Read More

Agustus 14, 2022

Kenalan Yuk dengan Jurusan Seni Teater, Beserta 5 Prospek Pekerjaannya yang Menarik!

Siapa nih di antara kamu yang diam-diam tertarik saat melihat pagelaran drama atau seni peran… Read More

Agustus 11, 2022

7 Perjanjian Hindia Belanda dengan Indonesia, dari Masa VOC Hingga Pasca Kemerdekaan

Kamu tentu tidak asing bukan dengan sejarah mengenai Hindia-Belanda di Indonesia? Yap, Indonesia dan Belanda… Read More

Agustus 2, 2022

10 Tips Menghilangkan Rasa Malas Sebelum Belajar, Dijamin Ampuh!

Halo guys, gimana kabarnya? Kabar baik disini. Semoga disana juga ya! Siapa sih yang nggak… Read More

Agustus 2, 2022

Ketahui Yuk 4 Jenis Future Tense dalam Bahasa Inggris

Halo guys, gimana nih kabarnya? Semoga kamu semua dalam keadaan yang baik ya. Kamu tahu… Read More

Agustus 1, 2022