Simak Yuk 8 Mitos Jurusan Teknik Sipil yang Salah Besar!

Halo teman-teman! Apa kabarnya? Masih semangat ya mengikuti berbagai aktivitas dan pembelajaran yang belakangan dilakukan secara hybrid? Untuk kamu yang kini duduk di bangku akhir SMA, menjadi masa yang paling dilematis sekaligus hectic bukan?

Sebelum masuk ke dunia perkuliahan, pasti kamu sering banget mendengar berbagai mitos maupun kabar burung seputar jurusan yang ingin kamu masuki. Nah, kebetulan banget guys, kali ini penulis mau breakdown beberapa mitos jurusan teknik sipil.

Ada beberapa pemikiran yang mungkin diwarisi secara turun-temurun dari orang tua, ada yang beredar di antara siswa, dan masih banyak lagi. Penasaran? Apa aja sih mitos jurusan teknik sipil yang ternyata salah besar? Yuk, simak ulasannya di bawah ini.

Mitos Mengenai Jurusan Teknik Sipil yang Salah Besar

mitos jurusan teknik sipil

1. Lulusan Teknik Sipil Bekerja Sebagai Tukang Bangunan

Mitos jurusan teknik sipil yang pertama ialah lulusan teknik sipil dan pekerjaan sebagai tukang bangunan. Yap, mitos satu ini tentu ga asing lagi kan bagi sebagian dari kamu? Mulai dari sesama pelajar, tetangga, sampai beberapa orang tua seringkali salah kaprah mengenai hal ini guys.

Kebanyakan pasti berpikir bahwa anak teknik sipil nanti bekerja angkat semen, batu bata, atau berbagai material lain. Kamu salah! Anak teknik sipil memang memiliki keterikatan dengan para pekerja material, tetapi bukan berarti mereka yang bertugas untuk mengangkat berbagai bahan material tersebut guys.

Lulusan teknik sipil sendiri biasanya lebih berfokus untuk mengawasi jalannya pembangunan karena tugas utama mereka, yakni mewujudkan berbagai desain atau rancangan infrastruktur itu sendiri.

2. Teknik Sipil Sama dengan Arsitektur

Next, mitos jurusan teknik sipil berikutnya adalah progdi ini sama dengan jurusan arsitektur. Hayoo, siapa nih di antara kamu yang pernah berpikir demikian? Mulai sekarang, stop menyamakan jurusan teknik sipil dengan arsitektur ya guys! Keduanya berbeda walau saling berhubungan.

Jurusan arsitektur sendiri lebih berfokus menggambar dan mengukur suatu bangunan atau infrastruktur. Mereka bekerja lebih keras untuk mewujudkan bangunan melalui perhitungan matematika dan proposisi.

Berbeda dengan program studi teknik sipil yang lebih berfokus mengenai bagaimana mewujudkan bangunan yang telah dirancang oleh anak aristektur sebelumnya. Lulusan teknik sipil yang bertugas mengawasi sekaligus memilih jenis material yang cocok untuk infrastruktur yang akan dibangun.

3. Jurusan Teknik Sipil Susah Lulusnya

Nah, berikutnya ada mitos jurusan teknik sipil yang susah banget lulusnya. Tentunya mitos satu ini juga salah besar ya guys. Beberapa mahasiswa juga sempat mengeluhkan kalau hampir semua jurusan teknik itu susah lulusnya, eits ini sih hanya mindset aja.

Ga harus teknik sipil atau program studi teknik, jurusan sastra, ilmu komunikasi, hukum, akuntansi, dan semua jurusan akan susah lulus kalau memang tidak bersungguh-sungguh. Buktinya ada banyak kok guys anak teknik yang lulus cumlaude dalam waktu 3,5 tahun aja lho!

Tentunya hal ini bergantung terhadap cara pemikiranmu, semangat belajar, dan juga bagaimana kesungguhanmu dalam berkuliah itu sendiri. So, mulai sekarang stop berpikir kalau jurusan teknik sipil akan susah lulusnya.

4. Jurusan yang Khusus untuk Pria

Siapa nih di antara kamu yang mengira kalau jurusan teknik sipil hanya tersedia untuk pria? Mitos satu ini juga salah ya guys! Ada banyak kok perempuan atau siswi Indonesia yang berminat dan masuk ke jurusan teknik sipil.

Perbandingan ini akan sangat kentara ketika kamu masuk ke universitas atau institut. Apabila kamu masuk ke universitas seperti UGM atau UNDIP, maka mahasiswi perempuan di program studi teknik sipil bisa dibilang seimbang atau cukup banyak.

Berbeda kalau kamu masuk ke institut, seperti Institut Teknologi Bandung (ITB) atau Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) maka presentasi perempuan dalam jurusan teknik sipil akan lebih sedikit daripada mahasiswa laki-laki.

5. Kerjanya Panas-panasan

Mitos satu ini juga ga bisa dianggap salah sepenuhnya, mau tidak mau penulis juga harus mengakui bahwa teknik sipil memang jurusan yang akan menempatkanmu di lapangan. Hanya saja, terdapat juga pekerjaan di bidang teknik sipil yang berada di dalam ruangan guys.

Misalnya, konsultan properti, konsultan konstruksi, project supervisor, dan dosen. Kamu memang akan turun ke lapangan untuk beberapa waktu, tetapi sebagian besar pekerjaanmu akan dilakukan di dalam ruangan dan bertemu dengan orang-orang.

6. Hanya Belajar Menghitung

Sebenarnya mitos jurusan teknik sipil ini seringkali terdengar ga hanya di progdi teknik sipil atau teknik aja, melainkan hampir di seluruh jurusan SAINTEK. Banyak orang beranggapan bahwa jurusan teknik sipil hanya belajar menghitung saja, eits kamu salah besar guys. Jurusan ini terbilang cukup kompleks juga.

Memang materi utama dari fakultas teknik pasti matematika dan fisika, tetapi kamu juga akan bertemu manajemen sampai ekonomi lho. Hal ini karena teknik sipil engga melulu tentang perhitungan dan presisi guys, melainkan juga mengenai manajemen sumber daya manusia (SDM) sampai konsep dasar ekonomi.

7. Teknik Sipil Khusus untuk Anak MIPA

Penulis juga sering banget nih mendengar mitos jurusan teknik sipil satu ini. Banyak yang beranggapan bahwa anak teknik sipil harus berasal dari jurusan MIPA sewaktu SMA. Penulis sendiri memiliki kakak kelas yang masuk Fakultas Kedokteran, tetapi berasal dari jurusan IPS guys.

Sejauh ini, selagi kamu benar-benar mau belajar TPS dan TPA SAINTEK dan berusaha mengikuti berbagai bimbel, maka sah saja guys kalau kamu mau pindah jurusan dari IPS ke MIPA (teknik sipil).

Selain itu, kamu juga harus siap nih untuk bergelut dengan berbagai hitungan khas anak MIPA, logika, dan juga bersaing dengan ratusan ribu anak MIPA di seluruh Indonesia yang juga ingin masuk ke teknik sipil. So, kalau kamu memang merasa passionate banget di bidang ini maka jangan menyerah untuk mengejar mimpi itu ya.

8. Anak Teknik Sipil Wajib Bisa Menggambar

Mitos jurusan teknik sipil yang terakhir adalah anak progdi ini wajib banget bisa menggambar. Sebenarnya ada salah dan benarnya juga guys mitos satu ini. Pertama, kamu emang ga wajib banget kok untuk bisa menggambar, tetapi kamu juga akan belajar dasar-dasar gambar teknik di semester 1.

Jadi, kalau kamu mau mendapat nilai bagus atau A di mata kuliah gambar teknik, maka paling tidak kamu wajib bisa menggambar sesuai ketentuan yang diajarkan. Ga harus profesional banget bisa menggambar flora-fauna kaya seniman, tetapi paling tidak kamu bisa menggambar sesuai ketentuan dan prosedur yang disediakan guys.

Nah, itu tadi beberapa mitos mengenai jurusan teknik sipil yang salah besar ya guys. Jangan sampai kamu termakan berbagai pemikiran di atas hingga mengurungkan niat untuk masuk jurusan ini. Pastikan kalau kamu memilih jurusan kuliah, maka sesuai dengan passionmu.

So, berhubung UTBK sudah semakin dekat maka jangan lupa untuk tetap semangat belajar dan menjaga kesehatan ya teman-teman! Semangat!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Download Naskah Soal Ujian Masuk STIS

Kamu punya rencana masuk STIS? Tapi masih bingung buat nyari contoh soalnya? Berikut ini b…