5 Tips Menulis Karya Ilmiah yang Baik dan Benar, Dijamin Juara Lomba!

Sebagian dari kamu tentu tidak asing dengan jenis tulisan berupa karya ilmiah bukan? Yap, jenis karya nonfiksi ini seringkali menjadi cabang dalam berbagai perlombaan, baik di tingkat SMP, SMA, hingga kuliah guys. 

Eits, ga main-main lho, kamu yang berhasil menjadi juara di kompetisi karya tulis ilmiah sendiri patut diacungi jempol karena tergabung ke salah satu perlombaan yang cukup bergengsi guys. Bahkan sertifikatnya akan sangat berguna untuk mendaftar kuliah maupun melanjutkan pendidikan ke SMA nanti!

Nah, pada kesempatan kali ini, penulis hendak membagikan beberapa tips menulis karya ilmiah yang tepat sekaligus menarik guys! Untuk kamu yang mungkin mendapat tugas menulis karya ilmiah atau sedang mengikuti perlombaan menulis karya ilmiah, yuk langsung cek ulasan di bawah ini ya guys!

Struktur Penulisan Karya Ilmiah

materi bahasa indonesia kelas 10 bab 1
hand working on paper for proofreading

1. Pendahuluan

Yap, sebelum masuk ke berbagai tips menulis karya ilmiah maka hal pertama yang akan penulis bagikan ialah struktur penulisan karya ilmiah. Pertama-tama kamu akan menyusun pendahuluan guys. Pendahuluan sendiri terdiri dari 3 poin penting, yakni latar belakang, rumusan masalah, dan manfaat penelitian. 

Lata belakang sendiri berisi alasan penyusunan dari karya ilmiah tersebut, sebenarnya apa sih fenomena atau kejadian yang terjadi. Kemudian rumusan masalah, di dalamnya kamu merumuskan masalah apa yang terjadi di tengah fenomena atau kejadian yang telah disusun di bagian latar belakang. 

2. Tinjauan Pustaka

Next, setelah menyusun pendahuluan maka kini saatnya kamu masuk ke dalam bagian tinjauan pustaka. Tinjauan pustaka sendiri berisi penjabaran dari kata kunci yang terletak di judul dan menjawab rumusan masalah yang telah kamu susun di bab pendahuluan guys. 

Baca Juga:  Hal yang Wajib Kamu Ketahui Sebelum Masuk Kuliah untuk MaBa!

3. Metodologi Penelitian

Selesai membuat tinjauan pustaka, kini saatnya kamu memecahkan masalah yang telah dirumuskan menggunakan metodologi penelitian. Di bab ini kamu akan menentukan metode penelitian yang digunakan dalam menjawab rumusan masalah. 

Umumnya terdapat 3 jenis metode penelitian, yakni penelitian kuantitatif, kualitatif, dan gabungan keduanya. Namun, berdasarkan perkembangannya kini juga ada penelitian kepustakaan maupun gabungan penelitian pustaka dengan kualitatif. 

4. Kesimpulan

Setelah menyusun metodologi penelitian, kini saatnya kamu masuk ke bab 4 yang berisi tentang kesimpulan yang diambil. Eits, harus ingat ya bahwa antara latar belakang yang kamu susun di bagian pendahuluan, tinjauan pustaka, hingga metodologi penelitian, keseluruhannya harus berbanding lurus atau sejalan dengan kesimpulan yang kamu berikan. Usahakan jangan sampai terjadi kontradiksi antar bab atau argumentasi yang disusun. 

5. Daftar Pustaka

Last but not least, ada daftar pustaka. Hal ini penting banget untuk dicantumkan ke dalam sebuah karya ilmiah. Oh iya guys, ada banyak jenis penyusunan daftar pustaka ya, mulai dari APA Style, Turbian Style, Harvard Style, dan masih banyak lagi. Namun, umumnya karya ilmiah menggunakan APA Style guys.

Tips Menulis Karya Ilmiah

1. Pilih Topik yang Paling Menarik

Yap, tips menulis karya ilmiah yang pertama adalah menentukan topik yang paling menarik. Sebetulnya, yang paling utama adalah kamu harus memilih topik yang memang kamu sukai guys, sehingga pembuatan karya ilmiah akan sangat mudah karena sesuai dengan passion dan bakatmu. 

Lantas bagaimana sih cara menentukan topik ini menarik atau tidak? Pertama-tama, kamu harus mencari masalah terlebih dahulu. Betul banget, karya ilmiah yang baik dan menarik umumnya berasal dari berbagai masalah yang kadang dianggap kurang penting padahal sangat berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari guys. 

Baca Juga:  Mengenal Tes Dalam SBMPTN dan Tips Mengerjakannya!

Masalah ini bisa diambil dari suatu kejadian alam, fenomena sosial, atau bahkan imajinasimu terhadap suatu benda atau konsep guys. Kamu bisa menentukannya sesuai dengan bidang yang kamu sukai, kemudian cari hal-hal mendasar yang mungkin masih kurang sempurna atau menjadi masalah tanpa disadari. 

2. Merancang Garis Besar Tulisan

Setelah menentukan topik yang hendak ditulis, maka kini saatnya kamu merancang garis besar tulisan tersebut. Topik tadi berangkat dari sebuah masalah yang terjadi dalam kehidupan bukan? Nah, kamu juga harus mengira-ngira jawaban untuk pertanyaan tersebut apa ya?

Sebenarnya ga harus jawaban yang tepat ya guys karena ini masih hipotesis atau perkiraan awal saja. Nanti seiring disusunnya tinjauan pustaka hingga metodologi penelitian, maka kamu perlahan akan menemukan jawaban yang sekiranya tepat guys. 

3. Mulai Menulis dengan Rajin

Tips menulis karya ilmiah yang berikutnya adalah menulis dengan rajin. Yap, konsistensi sangat diperlukan dalam menulis karya ilmiah guys. Kadangkala kita sangat menggebu-gebu di awal atau bersemangat dalam menentukan topik, tapi begitu sampai ke penyusunan tinjauan pustaka atau metodologi penelitian, rasanya berat dan malas sekali untuk mengerjakan. 

Ga hanya itu, seringkali nih kita malas banget untuk mengajukan bimbingan kepada dosen atau guru yang membantu kita dalam menyusun karya ilmiah ini. Maka dari itu, penulis sangat mewanti-wanti agar kamu tetap bersemangat dan konsisten dalam menyusun karya ilmiah ya. 

Supaya tak terasa berat, kamu bisa memilih lomba karya ilmiah yang diadakan jauh-jauh hari. Tak hanya itu, dalam sehari kamu bisa menyicil untuk membaca jurnal atau buku yang menjadi rujukanmu untuk menyusun karya ilmiah guys. Terakhir, jangan lupa untuk langsung mengerjakan revisi apabila terdapat masukan dari pembimbing mengenai karya ilmiahmu. 

4. Jangan Lupakan Daftar Pustaka

Ga kalah penting nih, tips menulis karya ilmiah berikutnya adalah menulis daftar pustaka. Yap, kita seringkali membaca banyak informasi dari artikel, koran, manuskrip, jurnal, atau bahkan buku. Kemudian mendapat inspirasi atau teori-teori yang dapat mendukung argumentasi karya ilmiah yang sedang kita susun. 

Baca Juga:  Yuk, Simak Tips Masuk SMA Favorit sampai Jalur Masuk SMA!

Sayangnya, kita lupa nih untuk mencatat sumber tersebut, alhasil akan sangat kesulitan dalam menyusun daftar pustaka. Padahal daftar pustaka menjadi salah satu faktor yang penting dalam sebuah karya ilmiah guys. Bahwa karya ilmiah yang kamu susun ini berdasarkan data yang valid atau tidak, ini bisa ditentukan dari sumber atau daftar pustaka yang kamu gunakan guys. 

5. Cek Kembali Tulisan

Tips menulis karya ilmiah yang terakhir adalah mengecek kembali tulisan apabila kamu telah selesai. Ini berlaku untuk seluruh bab, maupun per bab yang telah kamu selesaikan ya. Hal ini membantumu untuk mengurangi revisi atau bahkan pengurangan nilai. 

Jangan lupa untuk memperhatikan peraturan atau ketentuan yang diberikan dalam menulis karya ilmiah secara teliti ya guys. Usahakan untuk bertanya apabila ada peraturan yang tidak kamu pahami dalam teknis penyusunan karya ilmiah. 

Selain itu, penulis sangat menyarankanmu untuk menggunakan diksi atau pemilihan kata dengan tepat dan juga memperhatikan tanda baca ya. Hal-hal sepele seperti ini seringkali menjadi perhatian dari beberapa juri dalam penulisan karya ilmiah guys.

Yap, di atas adalah beberapa tips menulis karya ilmiah dengan tepat dan menarik. Penulis kembali ingatkan untuk tetap memperhatikan diksi (pemilihan kata) dan tanda baca yang kamu gunakan dalam menulis karya ilmiah ya, karena ini memang penting banget guys!

Untuk kamu yang hendak menyusun karya ilmiah atau mengikuti lomba cabang ini, maka jangan lupa untuk tetap semangat dan jangan pernah berputus harapan. Semangat teman-teman sekalian!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Simak Yuk 4 Cara Membuat Pembatas Buku Cantik dengan Mudah dan Cepat

Membaca buku menjadi salah satu kegiatan yang menyenangkan dilakukan bagi sebagian orang. …