Materi Seni Budaya Kelas 8 Bab 10 Menggambar Komik

Komik merupakan karya seni yang memuat komposisi antara huruf dan gambar. Komik disebut juga cerita bergambar. Komik dibuat dalam berbagai ukuran sesuai kebutuhan. Ada komik dengan cerita dalam bentuk buku, ada juga dengan cerita pendek atau selembar kertas. Menggambar komik perlu ketelitian dan ketekunan dalam membangun karakter dan tokoh dalam cerita. 

Seorang komikus dituntut terampil dalam menggunkan media dan bahan. Komik sering digambar di berbagai macam kertas menggunakan pena hitam atau pensil warna. Ciri utama komik yaitu bersifat menarik perhatian mata, sehingga banyak tokoh dan karakter dapat menarik perhatian pembaca. 

Komik berfungsi menyampaikan pesan singkat menggunakan kata dan gambar. Untuk itu dalam menggambar komik ada kesatuan utuh antara gambar yang ditampilkan dengan kata yang ditulis. Kata hendaknya ditulis sesingkat mungkin tetapi memiliki pesan kuat dan jelas. 

Berikut contoh komik anak – anak yang biasa dimuat dalam majalah : 

Langkah­langkah menggambar komik : 

  1. Menentukan Topik dan Tujuan 
  2. Membuat Kalimat Singkat dan Mudah Diingat 
  3. Menggunakan Gambar 
  4. Menggunakan Media yang Tepat

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menentukan tema. Penentuan tema harus berdasarkan pesan yang ingin disampaikan. Contoh tema : kejujuran, persahabatan, lingkungan alam semesta. Berdasar tema tersebut pikirkan bentuk visualisasinya dan kata yang digunakan untuk memperkuat gambar visual.

Berikut contoh komik dengan tema religius : 

Ditentukan pula tokoh dan karakter yang ingin dibuat. Pengembangan tokoh dan karakter merupakan hal penting dalam menggambar komik karena tokoh atau karakterlah yang berperan menjadi aktor dalam cerita. Menggambar komik sama seperti membuat cerita pendek tetapi divisualisasikan dengan kata dan gambar. 

Komik juga dapat dibuat berdasar cerita pendek yang sudah ada contohnya, cerita Timun Mas, Malin Kundang, Roro Jonggrang, Cinderella, dan jenis cerita lainnya.

Baca Juga:  Materi Seni Budaya Kelas 7 Bab 14 Menampilkan Level dan Pola Lantai pada Gerak Tari

Komik berfungsi mengirim pesan kepada orang yang melihatnya. Untuk itu, pilih kata yang singkat tetapi berkesan disertai gambar pendukungnya agar saat membaca kata atau kalimat pada komik, orang akan mengingat pesan yang ingin disampaikan. Buatlah kalimat yang mudah dicerna agar mudah dimengerti pembaca. 

Dengan kata yang mudah diingat, pesan yang ditulis oleh pembuat komik bisa tersampaikan dengan baik. Buatlah kalimat yang jelas dan menarik perhatian orang untuk melakukan membaca komik tersebut. 

Proporsi penggunaan gambar dengan kata atau kalimat disesuaikan dengan kebutuhan cerita yang akan disampaikan. Penggunaan gambar dan kata dapat juga dilakukan dengan memperhatikan tokoh dan karakter yang ingin dibuat. Pada komik sebaiknya gunakan warna yang mencolok agar mengundang perhatian orang untuk membaca komik. 

Penggunaan media dalam menggambar komik disesuaikan dengan media yang digunakan. Jika komik berupa buku, merupakan satu kesatuan cerita utuh tetapi dapat pula merupakan kumpulan cerita pendek. Jika komik hanya cerita pendek dapat menggunakan selember kertas. Gambar komik tergantung dari panjang atau pendeknya cerita. 

Menggambar komik dapat dilakukan menggunakan alat dan bahan layaknya menggambar atau melukis, ada juga yang menggunakan alat bantu komputer. Menggambar komik menggunakan komputer dapat lebih mudah berekspresi karena jika terjadi kesalahan dapat segera diganti. 

Apabila menggambar komik menggunakan teknik menggambar atau melukis, jika ada kesalahan sulit untuk melakukan perbaikan (revisi). Unsur utama menggambar komik yang penting adalah pesan yang ingin disampaikan baru kemudian unsur keindahan. 

Bahan dan Alat Menggambar Komik yaitu  : Kertas Gambar, Pensil,  Pensil Warna, dan Penggaris. 

Menggambar membutuhkan kertas berwarna netral (putih, abu­abu, atau coklat) dan dapat menyerap atau mengikat bahan pewarna. Kertas gambar yang dapat digunakan dengan berbagai alat gambar misalnya kertas padalarang, HVS, kuarto, dan karton. 

Baca Juga:  Materi Seni Budaya Kelas 8 Bab 7 Teknik Dasar Pantomim

Pensil ada dua jenis, yaitu pensil dengan tanda ”H” dan ”B”. Pensil H bersifat keras, cocok digunakan untuk membuat garis yang tipis. Pensil B bersifat lunak, cocok digunakan untuk membuat garis tebal atau hitam pekat. Pensil H dan B dibedakan dari tingkat kekerasan dan kepekatan hasilnya. 

Pensil H dan B diberi tanda angka untuk membedakan jenisnya. Untuk pensil B, makin besar angkanya makin lunak sifatnya dan makin pekat hasil goresannya. Untuk pensil H, makin besar angkanya, makin keras sifatnya dan makin tipis hasil goresannya. 

Pensil warna memiliki variasi warna banyak, menghasilkan warna lembut. Pensil  warna bisa digunakan untuk mewarnai gambar dengan cara gradasi, yaitu pemberian warna dari arah gelap berlanjut ke arah lebih terang atau sebaliknya.   

Banyak ragam dan bentuk penggaris yang digunakan pada proses pembuatan komik sesuai kebutuhan pembuat komik, antara lain penggaris mika, penggaris siku, busur, maupun penggaris mistar. Penggaris berfungsi membentuk garis yang dibutuhkan untuk membuat stripstrip kolom pada komik. 

Daftar Pustaka
Purnomo, Eko., Deden H., Buyung R., & Julius Juih. 2017. Seni Budaya SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Rangkuman Materi Seni Budaya Kelas 9 Bab 16 Pementasan Teater Berdurasi Pendek

Berikut rangkuman lengkap materi Seni Budaya kelas 9 bab 16 yang membahas tentang Pem…