Dalam rangkuman ini, kami akan membahas mengenai buku sejarah kelas 11 yang mengikuti Kurikulum Merdeka. Buku ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang sejarah Indonesia dan dunia, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. Dengan materi yang relevan dan terkini, diharapkan buku ini dapat menjadi sumber belajar yang efektif bagi para siswa. Mari kita telusuri lebih lanjut isi dari buku ini untuk mendukung proses pembelajaran.
Download Buku Sejarah Kelas 11 Kurikulum Merdeka
Berdasarkan silabus umum, berikut adalah perkiraan bab yang mungkin ada dalam buku tersebut, disajikan dalam bentuk tabel.

| Bab | Judul Bab | Ringkasan Topik Utama |
| I | Indonesia pada Masa Kolonialisme dan Imperialisme | Membahas kedatangan bangsa-bangsa Eropa (Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris) ke Nusantara, pembentukan VOC, sistem tanam paksa, dan politik pintu terbuka. |
| II | Perlawanan Bangsa Indonesia terhadap Dominasi Asing | Mengulas berbagai bentuk perlawanan dari berbagai daerah (misalnya: Perang Diponegoro, Perang Padri, Perlawanan Aceh) sebelum abad ke-20. |
| III | Pergerakan Nasional dan Lahirnya Kesadaran Kebangsaan | Menganalisis latar belakang, bentuk, dan perkembangan organisasi pergerakan nasional (Budi Utomo, Sarekat Islam, PKI, PNI) serta peran tokoh-tokohnya. |
| IV | Pendudukan Jepang di Indonesia | Membahas kedatangan dan kebijakan militer Jepang, dampak sosial-ekonomi, serta terbentuknya organisasi semi-militer dan persiapan kemerdekaan. |
| V | Proklamasi Kemerdekaan dan Pembentukan Negara Kesatuan | Menguraikan peristiwa penting sekitar proklamasi, pembentukan pemerintahan awal, dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan dari agresi militer Belanda. |
| VI | Masa Demokrasi Parlementer dan Demokrasi Terpimpin | Menjelaskan sistem politik dan ekonomi pada masa Demokrasi Parlementer, berlakunya Dekrit Presiden 5 Juli 1959, serta dinamika politik era Demokrasi Terpimpin hingga G30S/PKI. |
—
Mempelajari sejarah adalah tentang memahami akar identitas dan tantangan masa depan. Materi Sejarah Kelas 11 Kurikulum Merdeka membawa kita pada perjalanan krusial bangsa, mulai dari pahitnya masa kolonialisme dan semangat perlawanan, hingga puncak lahirnya kesadaran kebangsaan dan pendirian sebuah negara merdeka. Pemahaman mendalam terhadap setiap bab
Poin-Poin Penting Materi Sejarah Kelas 11 Kurikulum Merdeka (Perkiraan)I. Indonesia pada Masa Kolonialisme dan Imperialisme
- Latar Belakang: Kedatangan bangsa-bangsa Eropa (Portugis, Spanyol, Belanda) didorong oleh motivasi 3G (Gold, Glory, Gospel) dan mencari komoditas rempah-rempah.
- VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie): Didirikan Belanda tahun 1602 dengan hak istimewa (Octrooi) untuk memonopoli perdagangan, memiliki tentara, dan mencetak uang. Dikenal dengan praktik Devide et Impera (Pecah Belah). VOC dibubarkan pada tahun 1799 karena korupsi dan kerugian.
- Masa Tanam Paksa (Cultuurstelsel): Diterapkan oleh Gubernur Jenderal J. van den Bosch (1830) yang mewajibkan petani menanam komoditas ekspor. Menyebabkan kesengsaraan rakyat namun memberikan keuntungan besar bagi Belanda.
- Politik Pintu Terbuka: Diberlakukan setelah Tanam Paksa (1870) sebagai dampak dari kritik liberal. Membuka peluang investasi swasta asing di Hindia Belanda, yang tetap mengeksploitasi sumber daya alam dan tenaga kerja.
II. Perlawanan Bangsa Indonesia terhadap Dominasi Asing
- Karakteristik Perlawanan: Perlawanan bersifat kedaerahan, dipimpin oleh tokoh karismatik, mengandalkan kekuatan fisik dan senjata tradisional, serta mudah dipatahkan karena kurangnya persatuan.
- Contoh Perlawanan Penting:
- Perang Diponegoro (1825–1830) di Jawa.
- Perang Padri (1803–1838) di Sumatera Barat.
- Perlawanan Imam Bonjol, Teuku Umar, dan Cut Nyak Dhien.
- Kegagalan Perlawanan: Perlawanan lokal mulai mereda karena Belanda menggunakan strategi militer dan politik yang lebih terstruktur (misalnya: Benteng Stelsel).
III. Pergerakan Nasional dan Lahirnya Kesadaran Kebangsaan
- Faktor Pendorong:
- Internal: Kesadaran akan penderitaan akibat penjajahan, kenangan kejayaan masa lalu (kerajaan), dan munculnya kaum terpelajar akibat Politik Etis.
- Eksternal: Kemenangan Jepang atas Rusia (1905) dan munculnya pergerakan nasional di negara lain (India, Filipina).
- Organisasi Awal:
- Budi Utomo (1908): Organisasi modern pertama, bergerak di bidang sosial, ekonomi, dan budaya.
- Sarekat Islam (SI, 1911): Awalnya berorientasi dagang, berkembang menjadi pergerakan massa dengan isu anti-Belanda.
- Indische Partij (IP, 1912): Organisasi politik pertama yang secara terang-terangan menuntut kemerdekaan, didirikan oleh Tiga Serangkai (Douwes Dekker, Cipto Mangunkusumo, Suwardi Suryaningrat).
- Sumpah Pemuda (1928): Titik balik pergerakan yang menegaskan persatuan kebangsaan (Satu Tanah Air, Satu Bangsa, Satu Bahasa: Indonesia).
IV. Pendudukan Jepang di Indonesia
- Kedatangan Jepang: Dimulai tahun 1942, awalnya disambut sebagai “Saudara Tua” pembebas dari Belanda, tetapi segera beralih menjadi pendudukan militer yang represif.
- Kebijakan Jepang:
- Ekonomi: Penerapan ekonomi perang, penyitaan aset, dan kekurangan pangan.
- Sosial: Pembentukan Romusha (kerja paksa) dan Jugun Ianfu (wanita penghibur).
- Politik: Pembubaran organisasi politik lama dan pembentukan organisasi kontrol (misalnya: PUTERA).
- Organisasi Semi-Militer: Pembentukan PETA (Pembela Tanah Air) dan Heiho, yang menjadi cikal bakal kekuatan militer Indonesia setelah merdeka.
- Janji Kemerdekaan: Pembentukan BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dan PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) sebagai tindak lanjut janji kemerdekaan dari Jepang.
V. Proklamasi Kemerdekaan dan Pembentukan Negara Kesatuan
- Peristiwa Krusial: Peristiwa Rengasdengklok, yang menjadi momentum bagi para pemuda mendesak Soekarno dan Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan setelah Jepang menyerah.
- Proklamasi: Dilaksanakan pada 17 Agustus 1945 di Jakarta.
- Pembentukan Negara: Sehari setelah proklamasi, PPKI mengesahkan UUD 1945, memilih Soekarno dan Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden, serta membentuk alat kelengkapan negara lainnya.
- Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan: Perjuangan fisik (misalnya: pertempuran di Surabaya, Bandung Lautan Api) dan diplomasi (misalnya: Perundingan Linggarjati dan Renville) melawan Sekutu dan NICA (Belanda) yang berusaha mendirikan kembali kekuasaan kolonial.
VI. Masa Demokrasi Parlementer dan Demokrasi Terpimpin
- Demokrasi Parlementer (1950–1959): Ditandai dengan sistem multipartai, seringnya pergantian kabinet, dan ketidakstabilan politik. Puncaknya adalah penyelenggaraan Pemilu 1955.
- Dekrit Presiden 5 Juli 1959: Dikeluarkan oleh Presiden Soekarno untuk mengakhiri masa Demokrasi Parlementer, kembali ke UUD 1945, dan membentuk MPRS serta DPAS.
- Demokrasi Terpimpin (1959–1965): Politik didominasi oleh Presiden Soekarno dengan konsep NASAKOM (Nasionalis, Agama, Komunis). Ditandai dengan konfrontasi luar negeri (misalnya: Dwikora) dan ketegangan politik domestik yang berakhir dengan peristiwa G30S/PKI.








