Materi PKN Kelas 11 Bab 4 Dinamika Peran Indonesia dalam Perdamaian Dunia

Halo teman-teman semuanya! Selamat datang di materi PKN semester 2. Gimana sudah siap mengikuti pembelajaran hari ini? Jangan lupa untuk tetap memelihara semangat dan kesehatan selama pembelajaran daring ya!

Nah, di materi PKN kelas 11 bab 4 ini kita akan membahas Dinamika Peran Indonesia dalam Perdamaian Dunia. Yuk, langsung simak ulasan di bawah ini.

Bab 4:
Dinamika Peran Indonesia dalam Perdamaian Dunia


materi pkn kelas 11 bab 4
Group of flags of many different nations against blue sky and infront of a convention center.

A. Peran Indonesia dalam Menciptakan Perdamaian Dunia melalui Hubungan Internasional

1. Makna Hubungan Internasional

Hubungan internasional merupakan salah satu jawaban bagi persoalan yang dialami oleh suatu Negara. Ketika suatu negara mengalami kekurangan dalam suatu bidang, misalnya kekurangan tenaga ahli untuk membangun negerinya maka melalui hubungan internasional negara tersebut mampu mengatasi persoalan tersebut dengan meminta bantuan dari negara lain.

2. Pentingnya Hubungan Internasional bagi Indonesia

  1. Pembentukan satu negara Republik Indonesia yang berbentuk Negara kesatuan dan negara kebangsaan yang demokratis.
  2. Pembentukan satu masyarakat yang adil dan makmur secara material ataupun spiritual dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.|
  3. Pembentukan satu persahabatan yang baik antara Republik Indonesia dan semua negara di dunia, dasar kerja sama adalah membentuk satu dunia baru yang bersih dari imperialisme dan kolonialisme menuju perdamaian dunia yang sempurna.
  4. Mempertahankan kemerdekaan bangsa dan menjaga keselamatan Negara

3. Politik Luar Negeri Indonesia dalam Menjalin Hubungan Internasional

  1. Indonesia menjadi anggota Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang ke-60 pada tanggal 28 September 1950.
  2. Memprakarsai penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika (KAA) pada tahun 1955.
  3. Keaktifan Indonesia sebagai salah satu pendiri Gerakan Non-Blok (GNB) pada tahun 1961, bahkan pada tahun 1992 dalam Konferensi Negara- Negara Non-Blok yang berlangsung di Jakarta, Indonesia ditunjuk menjadi Ketua GNB.
  4. Terlibat langsung dalam misi perdamaian Dewan Keamanan PBB dengan mengirimkan Pasukan Garuda ke negara-
    negara yang dilanda konflik seperti Konggo, Vietnam, Kamboja, Bosnia, dan sebagainya.
  5. Indonesia menjadi salah satu pendiri ASEAN (Assosiaciation of South-East Asian Nation).

B. Peran Indonesia dalam Menciptakan Perdamaian Dunia melalui Organisasi Internasional

1. Peran Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

Sejak tahun itu pula PBB secara konsisten mendukung Indonesia untuk menjadi negara yang merdeka, berdaulat, dan mandiri. Peran PBB terhadap Indonesia pada masa revolusi fisik cukup besar seperti ketika terjadi Agresi Militer Belanda I, Indonesia dan Australia mengusulkan agar persoalan Indonesia dibahas dalam sidang umum PBB.

Baca Juga:  Materi PKN Kelas 11 Bab 2 Sistem dan Dinamika Demokrasi Pancasila

2. Peran Indonesia dalam ASEAN (Association of South East Asian Nation)

Peran Indonesia dalam ASEAN hingga saat ini tidak pernah surut. Bahkan, ASEAN menjadi prioritas utama dalam politik luar negeri Indonesia. Indonesia selalu aktif berpartisipasi dalam setiap penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) atau pertemuan-pertemuan ASEAN. Indonesia sering menjadi tuan rumah dalam acara-acara penting ASEAN.

3. Peran Serta Indonesia dalam Gerakan Non-Blok

Bagi Indonesia, Gerakan Non-Blok (GNB) merupakan wadah yang tepat bagi negara-negara berkembang untuk memperjuangkan cita-citanya dan untuk itu Indonesia senantiasa berusaha secara konsisten dan aktif membantu berbagai upaya kearah pencapaian tujuan dan prinsip-prinsip Gerakan Non-Blok.

GNB mempunyai arti yang khusus bagi bangsa Indonesia yang dapat dikatakan lahir sebagai negara netral, yang tidak memihak.

Hal tersebut tercermin dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyatakan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Daftar Pustaka:
Yusnawan Lubis dan Mohamad Sodeli. 2017. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas XI. Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Materi Bahasa Indonesia Kelas 12 Bab 5 Menyajikan Gagasan Melalui Artikel

Artikel merupakan jenis tulisan yang berisi pendapat, gagasan, pikiran, atau kritik terhad…