Materi PAI Kelas 7 Bab I | Al-Qur’an Dan Sunah Sebagai Pedoman Hidup

Selamat datang, calon ilmuwan Muslim! Bab ini adalah fondasi utama bagi seluruh pemahamanmu tentang Islam. Kita akan mempelajari dua sumber utama yang menjadi petunjuk hidup seluruh umat Islam: Al-Qur’an dan Hadis. Memahami keduanya adalah kunci untuk menjalani kehidupan yang selaras dengan nilai-nilai Ketuhanan.


A. Al-Qur’an: Sumber Hukum Utama

Al-Qur’an adalah mukjizat terbesar yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ. Ia bukan sekadar buku, melainkan kumpulan firman suci yang menjamin kebahagiaan dunia dan akhirat jika kita menjadikannya pedoman.

1. Pengertian Al-Qur’an

a. Pengertian Bahasa (Etimologi)

Secara bahasa, kata Al-Qur’an (القرآن) berasal dari kata kerja qara’a yang berarti “bacaan” atau “yang dibaca”. Hal ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an adalah kitab yang dianjurkan untuk dibaca, dipelajari, dan diamalkan terus-menerus.

b. Pengertian Istilah (Terminologi)

Al-Qur’an didefinisikan sebagai:

“Kalamullah (Firman Allah) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ melalui perantara Malaikat Jibril, yang penulisan dan pembacaannya dianggap sebagai ibadah (ta’abbudi), yang diawali dengan Surah Al-Fatihah dan diakhiri dengan Surah An-Nas, dan ditransmisikan secara mutawatir (berkesinambungan dan tidak mungkin diragukan keotentikannya).”

Poin Kunci:

  • Sumber Mutlak: Berasal 100% dari Allah SWT.
  • Keunikan: Membacanya, bahkan hanya melihat mushafnya, sudah bernilai pahala (ibadah).
  • Transmisi: Diturunkan secara berangsur-angsur selama kurang lebih 23 tahun.

2. Nama-Nama Lain Al-Qur’an

Al-Qur’an memiliki banyak nama yang mencerminkan fungsi dan keagungan isinya. Mempelajari nama-nama ini membantu kita memahami peran Al-Qur’an yang multidimensi.

Nama LainArti LiteralMakna dan Fungsi
1. Al-Kitab (الكتاب)Buku/TulisanKitab yang telah selesai dibukukan dan ditulis, yang berisi hukum, kisah, dan petunjuk.
2. Al-Furqan (الفرقان)PembedaKitab yang berfungsi sebagai pembeda antara yang Haq (benar) dan yang Batil (salah), antara kebaikan dan kejahatan.
3. Adz-Dzikr (الذِكر)Peringatan/PengingatKitab yang berisi peringatan bagi manusia agar tidak lupa akan tugasnya di dunia dan akhirat, serta sarana untuk mengingat Allah.
4. At-Tanzil (التنزيل)Yang DiturunkanMenyiratkan bahwa Al-Qur’an adalah wahyu yang datang langsung dari ketinggian (Allah) ke bumi.
5. Asy-Syifa (الشفاء)Obat/PenyembuhAl-Qur’an adalah obat bagi penyakit hati (keraguan, kesombongan) dan penyakit fisik (melalui doa dan ruqyah).

3. Fungsi Al-Qur’an

Al-Qur’an memiliki fungsi utama yang sangat krusial bagi kehidupan manusia, baik individu maupun masyarakat:

a. Sebagai Petunjuk Hidup (Hidayah)

Al-Qur’an adalah peta jalan yang sangat detail. Ia memberikan petunjuk tentang:

  • Aqidah (Keyakinan): Memperkenalkan siapa Tuhan, Malaikat, Rasul, Hari Akhir, dan Qada-Qadar.
  • Syariah (Hukum): Mengatur ibadah (salat, puasa, zakat, haji) dan muamalah (pernikahan, jual beli, hukum pidana).
  • Akhlak (Etika): Mengajarkan cara bersikap yang mulia terhadap Allah, diri sendiri, orang tua, dan masyarakat.

b. Sebagai Sumber Hukum Islam yang Pertama dan Utama

Semua hukum dan aturan dalam Islam wajib merujuk kepada Al-Qur’an terlebih dahulu. Tidak ada sumber hukum lain yang dapat menandingi atau membatalkan ketetapan Al-Qur’an.

c. Sebagai Mukjizat Nabi Muhammad ﷺ

Al-Qur’an adalah mukjizat abadi. Keindahan bahasanya, kebenaran ilmu pengetahuannya (yang baru terbukti berabad-abad kemudian), serta jaminan bahwa isinya tidak akan pernah berubah (Surah Al-Hijr: 9) adalah bukti nyata keilahiannya.


B. Hadis (Sunnah): Penjelas Dan Perealisasi Al-Qur’an

Meskipun Al-Qur’an adalah sumber utama, banyak ayatnya yang bersifat global dan umum. Contoh: Al-Qur’an memerintahkan kita untuk “mendirikan salat” dan “menunaikan zakat,” tetapi tidak menjelaskan secara rinci bagaimana tata cara salatnya atau berapa nisab zakatnya. Di sinilah peran Hadis muncul.

1. Pengertian Hadis

a. Pengertian Bahasa

Secara bahasa, Hadis (الحديث) berarti “baru,” “berita,” atau “kabar.”

b. Pengertian Istilah (Terminologi)

Hadis didefinisikan sebagai:

“Segala sesuatu yang dinukil (diriwayatkan) dari Nabi Muhammad ﷺ, baik berupa ucapan (qaul), perbuatan (fi’il), maupun ketetapan atau persetujuan (taqrir).”

Unsur-Unsur Hadis: Untuk memastikan keabsahan sebuah Hadis, ada tiga unsur yang selalu diperhatikan oleh ulama:

  1. Sanad: Rantai para periwayat (orang-orang) yang menyampaikan Hadis dari Nabi ﷺ hingga kepada kita.
  2. Matan: Isi atau redaksi (teks) Hadis itu sendiri.
  3. Rawi: Orang yang meriwayatkan atau mencatat Hadis tersebut.

2. Klasifikasi Hadis (Berdasarkan Sumbernya)

Hadis yang bersumber dari Nabi ﷺ terbagi menjadi tiga jenis utama:

Jenis HadisDefinisiContoh Sederhana
Qauliyah (Ucapan)Perkataan Nabi ﷺ yang berisi hukum, larangan, perintah, atau nasihat.“Sesungguhnya amal perbuatan tergantung pada niatnya.”
Fi’liyah (Perbuatan)Semua tindakan dan tingkah laku Nabi ﷺ, seperti tata cara salat, puasa, atau haji.Cara Nabi ﷺ mengangkat tangan saat takbiratul ihram.
Taqririyah (Persetujuan)Diamnya atau persetujuan Nabi ﷺ terhadap suatu tindakan atau ucapan sahabat yang dilakukan di hadapan beliau.Seorang sahabat makan dhab (sejenis kadal gurun), Nabi ﷺ tidak ikut makan tetapi juga tidak melarang.

3. Fungsi Hadis terhadap Al-Qur’an

Hadis memiliki peran yang sangat penting sebagai sumber hukum kedua (setelah Al-Qur’an). Fungsi ini dikenal sebagai Bayan (Penjelasan).

a. Bayan At-Taqrir (Menguatkan/Mempertegas)

Hadis berfungsi untuk menguatkan, membenarkan, atau mempertegas hukum yang sudah disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur’an.

  • Contoh: Al-Qur’an memerintahkan berpuasa. Hadis menguatkan: “Islam didirikan di atas lima perkara…” (salah satunya puasa Ramadan).

b. Bayan At-Tafsir (Menafsirkan/Merinci)

Hadis berfungsi untuk menjelaskan ayat-ayat Al-Qur’an yang masih bersifat umum (mujmal) atau samar (mubham). Inilah fungsi terpenting Hadis.

  • Contoh: Al-Qur’an memerintahkan salat. Hadis menjelaskan secara rinci: jumlah rakaat, gerakan ruku’, sujud, dan bacaannya.

c. Bayan At-Tasyri’ (Menetapkan Hukum Baru)

Hadis berfungsi menetapkan suatu hukum atau aturan yang belum diatur secara rinci atau bahkan belum disebutkan dalam Al-Qur’an, namun wajib ditaati. Hukum ini tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip umum Al-Qur’an.

  • Contoh: Penetapan larangan memakan daging binatang buas bertaring atau burung berkuku tajam.

C. Fungsi Al-Qur’an dan Hadis Sebagai Pedoman Hidup

Al-Qur’an dan Hadis tidak dapat dipisahkan. Keduanya adalah satu kesatuan utuh yang menjadi fondasi bagi seluruh ajaran Islam. Para ulama menyebutnya sebagai “Ats-Tsaqalain” (Dua Pusaka Berat), merujuk pada sabda Nabi ﷺ yang berpesan agar umat berpegang teguh pada keduanya.

1. Sumber Utama Pembentukan Karakter (Akhlak)

Al-Qur’an memberikan dasar teoritis tentang apa itu kebaikan dan keburukan. Sementara Hadis, melalui sunnah (perilaku) Nabi Muhammad ﷺ, memberikan contoh praktis dan hidup tentang bagaimana ajaran tersebut diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

  • Contoh: Al-Qur’an memerintahkan berbuat baik. Hadis menceritakan bagaimana Nabi ﷺ berbuat baik kepada tetangga, anak yatim, hingga musuh.

2. Jaminan Keselamatan Dunia dan Akhirat

Mengikuti kedua pedoman ini adalah jaminan untuk tidak tersesat. Dengan berpegang pada Al-Qur’an, kita mengetahui apa yang diwajibkan Allah. Dengan berpegang pada Hadis, kita tahu cara terbaik untuk memenuhi kewajiban tersebut, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ, teladan terbaik bagi umat manusia.

3. Landasan Hukum dalam Menghadapi Permasalahan Kontemporer

Ketika umat Islam menghadapi masalah baru yang tidak ada di zaman Nabi ﷺ (misalnya, masalah internet, bank, atau transplantasi organ), para ulama harus kembali mencari dasar-dasar hukumnya dari Al-Qur’an (prinsip umum) dan Hadis (aplikasi prinsip tersebut) untuk menghasilkan solusi hukum (ijtihad) yang sah dan sesuai syariat.

Oleh karena itu, bagi setiap Muslim Kelas 7, mempelajari dan mencintai Al-Qur’an dan Hadis adalah langkah awal yang mutlak dalam perjalanan memahami agama Islam secara mendalam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Rangkuman Materi Prakarya Kelas 7 K13 Revisi Lengkap!

Pada halaman ini kami sudah merangkum semua materi Prakarya untuk kelas 7, sudah lengkap r…