Materi PAI Kelas 9 Bab 10 Mengapresiasi Peradaban pada Masa Syafawi dan India Mughal

Rangkuman materi PAI Kelas 9 Bab 10 Membahas tentang Mengapresiasi Peradaban pada Masa Syafawi dan India Mughal, rangkuman ini bersumber dari bku paket resmi terbitan kemdikdasmen edisi terbaru.


A. Tafakkur dan Titik Fokus: Menilik Kontinuitas Cahaya Islam

Periode setelah keruntuhan Baghdad (Masa Abbasiyah) seringkali dianggap sebagai masa stagnasi. Namun, pada saat yang sama, bangkitlah tiga kekaisaran besar yang dikenal sebagai Gunpowder Empires (Kekaisaran Bubuk Mesiu) karena keunggulan militernya: Utsmani di Turki, Safawi di Persia, dan Mughal di India.

Peradaban Safawi dan Mughal membuktikan bahwa gairah keilmuan, seni, dan administrasi Islam tidak pernah padam. Mereka menjadi pusat peradaban yang memadukan warisan Islam klasik dengan kearifan lokal, menghasilkan karya-karya monumental yang wajib kita apresiasi. Tafakkur kita adalah merenungkan bagaimana spiritualitas dan kekuasaan dapat menciptakan keindahan abadi.


B. Ṭalabul Ilmi: Penjelajahan Mendalam Dua Peradaban Besar

1. Peradaban Safawi (Persia/Iran, 1501 – 1736 M)

Kekaisaran Safawi didirikan oleh Shah Ismail I pada tahun 1501 di Persia. Titik sentral peradaban ini adalah penetapan mazhab Syiah Itsna Asyariah (Dua Belas Imam) sebagai agama resmi negara. Hal ini membedakan Safawi secara ideologis dari tetangganya, Kesultanan Utsmani yang Sunni.

Puncak Kekuatan Safawi: Era Shah Abbas I

Masa keemasan Safawi mencapai puncaknya di bawah pemerintahan Shah Abbas I (1588–1629). Beliau dikenal sebagai pembaharu yang revolusioner:

  • Pemindahan Ibukota: Shah Abbas memindahkan ibukota ke Isfahan. Ia merenovasi dan memperindahnya hingga dijuluki “Nishfu Jahan” (Separuh Dunia), karena siapa pun yang melihat Isfahan seolah melihat separuh keindahan dunia.
  • Reformasi Militer: Beliau membentuk pasukan baru yang loyal (budak Kaukasus) untuk menyeimbangkan kekuatan suku Qizilbash yang terlalu dominan.
  • Perdagangan Internasional: Shah Abbas mengontrol Jalur Sutra dan memajukan industri tekstil, terutama produksi karpet Persia yang terkenal hingga kini.
  • Arsitektur dan Seni: Shah Abbas mendedikasikan Isfahan sebagai mahakarya arsitektur. Kompleks Masjid Imam (Masjid Shah) dan Masjid Syeikh Lutfallah adalah contoh keindahan simetris, penggunaan keramik mozaik biru, dan kaligrafi yang menakjubkan.

Kontribusi Ilmu Pengetahuan Safawi

Meskipun fokusnya sering pada seni dan militer, Safawi juga melahirkan ulama dan filsuf besar. Para cendekiawan di Isfahan menggabungkan tradisi filsafat Isyraqi (iluminasi) dengan ajaran Syiah, menghasilkan pemikiran yang mendalam, terutama dalam bidang teologi dan astronomi. Mereka juga sangat memperhatikan pengajaran fikih Syiah yang terstruktur.


2. Peradaban Mughal (India, 1526 – 1857 M)

Kekaisaran Mughal didirikan di dataran India oleh Zahiruddin Muhammad Babur setelah mengalahkan Kesultanan Delhi dalam Pertempuran Panipat I (1526). Dinasti ini merupakan keturunan langsung dari Timur Lenk dan memiliki darah Genghis Khan.

Integrasi Budaya dan Toleransi Akbar Agung

Pemerintahan Mughal mencapai stabilitas dan kejayaan budaya di bawah Akbar Agung (1556–1605). Akbar adalah sosok yang sangat penting dalam sejarah toleransi beragama:

  1. Administrasi Terpusat: Akbar menyusun sistem administrasi yang efisien (disebut Mansabdari) dan menghapus pajak Jizya (pajak non-muslim), tindakan yang sangat progresif pada masanya.
  2. Dialog Agama: Akbar mengadakan diskusi terbuka antara Muslim, Hindu, Kristen, Zoroaster, dan Jain di Ibadat Khana (Balai Ibadah) di Fatehpur Sikri.
  3. Din-i Ilahi: Meskipun kontroversial, Akbar mencoba menciptakan sintesis teologi yang ia sebut Din-i Ilahi (Agama Ilahi), yang menunjukkan upayanya untuk menyatukan beragam komunitas di bawah payung kenegaraan.

Puncak Arsitektur: Shah Jahan dan Monumen Cinta

Masa cemerlang arsitektur Mughal terjadi di bawah Shah Jahan (1628–1658). Arsitektur Mughal menggabungkan elemen Persia, Turki, dan Hindu lokal.

  • Taj Mahal: Dibangun di Agra sebagai makam untuk istrinya, Mumtaz Mahal. Bangunan ini adalah lambang sempurna arsitektur Mughal, menggunakan marmer putih murni dan dihiasi batu permata (teknik pietra dura).
  • Benteng Merah (Lal Qila): Dibangun di Delhi, mencerminkan kekuatan dan kemegahan kekaisaran.
  • Ekonomi: Mughal menguasai jaringan perdagangan rempah-rempah dan tekstil yang sangat kaya, menjadikan India sebagai salah satu pusat ekonomi terbesar di dunia pada abad ke-17.

H3: Tantangan dan Keruntuhan Mughal

Setelah masa kejayaan, terutama di bawah Aurangzeb yang menerapkan kebijakan yang lebih ketat (mengaktifkan kembali Jizya), kekaisaran mulai melemah akibat pemberontakan lokal (Maratha) dan intervensi kekuatan asing (British East India Company). Keruntuhan resmi terjadi pada 1857.


C. Ikhtisar: Warisan Abadi Dua Peradaban

Peradaban Safawi dan Mughal meninggalkan jejak yang tak terhapuskan dalam sejarah manusia:

Aspek WarisanSafawi (Persia)Mughal (India)
Ideologi UtamaSyiah Itsna Asyariah (digunakan untuk pemersatu politik).Sunni Hanafi (tetapi dengan toleransi tinggi, terutama di masa Akbar).
Seni PuncakKarpet Persia, Kaligrafi, Keramik Biru Isfahan.Arsitektur Marmer Putih (Taj Mahal), Miniatur Lukisan, Desain Taman (Charbagh).
Pusat KekuatanIsfahan (Pusat keindahan dan diplomasi).Delhi, Agra, Fatehpur Sikri (Pusat politik multikultural).
Pelajaran KunciPentingnya perencanaan kota dan penguasaan jalur perdagangan.Pentingnya integrasi budaya dan toleransi untuk stabilitas jangka panjang.

D. Uswatun Hasanah dan F. Pribadi Pelajar Berkarakter

Apresiasi terhadap peradaban Safawi dan Mughal tidak hanya berhenti pada kekaguman terhadap bangunan fisiknya, tetapi harus diinternalisasi menjadi nilai-nilai karakter bagi pelajar:

1. Karakter Toleransi dan Inklusivitas (Mencontoh Akbar)

Akbar Agung menunjukkan bahwa kepemimpinan yang sukses adalah kepemimpinan yang mampu merangkul perbedaan. Pelajar harus mengembangkan sikap toleransi (tasamuh) dan keberanian intelektual untuk mendiskusikan perbedaan tanpa merusak persatuan.

2. Karakter Keindahan dan Ketelitian (Mencontoh Shah Abbas dan Shah Jahan)

Karya arsitektur seperti Taj Mahal dan Masjid Imam mengajarkan kita tentang etos kerja yang telitikesempurnaan artistik, dan dedikasi untuk menghasilkan karya terbaik. Keindahan adalah wujud dari penguasaan ilmu dan teknik yang mendalam.

3. Karakter Semangat Ilmu (Ṭalabul Ilmi)

Di kedua kekaisaran, ilmu pengetahuan (baik astronomi di Mughal maupun filsafat di Safawi) mendapat dukungan. Pelajar harus memiliki semangat Ṭalabul Ilmi (mencari ilmu) yang tidak pernah berhenti, menyadari bahwa setiap peradaban besar dibangun di atas fondasi pengetahuan.

Penutup

Kekuatan Safawi dan Mughal adalah bukti bahwa peradaban Islam mampu beradaptasi, berintegrasi dengan budaya lokal, dan tetap menghasilkan legacy yang luar biasa. Sebagai generasi penerus, kita wajib menjaga warisan ini dengan terus berkarya, toleran, dan selalu menempatkan ilmu pengetahuan sebagai prioritas utama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Materi PAI Kelas 9 Bab 9 Mengenal Imam Madzhab, Ibadah Semakin Mantab

Mempelajari para Imam Madzhab adalah kunci untuk memahami kekayaan khazanah keilmuan Islam…