Materi ini dirancang untuk membantu peserta didik memahami bahwa keyakinan terhadap Qada dan Qadar bukanlah sikap pasrah tanpa usaha (fatalisme), melainkan fondasi spiritual untuk meraih ketenangan batin, optimisme, dan semangat juang yang tinggi sesuai tuntunan Kurikulum Merdeka.
Meraih Ketenangan Jiwa dengan Meyakini Qada dan Qadar
I. Pengantar Reflektif: Tafakkur dan Titik Fokus
Keyakinan terhadap Qada dan Qadar (Takdir) merupakan rukun iman yang keenam. Memahami konsep ini secara benar akan menghilangkan kekhawatiran berlebihan (ansietas) dan kesombongan.
A. Tafakkur (Perenungan Mendalam)
Tafakkur adalah proses merenungkan segala ciptaan Allah SWT sebagai bukti kebesaran dan ketepatan perencanaan-Nya.
- Keteraturan Alam Semesta: Renungkan bagaimana matahari terbit pada waktunya, siklus air yang sempurna, atau struktur DNA yang kompleks. Semua ini terjadi karena adanya Qada (ketetapan azali) dan Qadar (ukuran atau perwujudan) yang pasti.
- Implikasi Bagi Manusia: Kesadaran bahwa segala sesuatu diatur akan membawa ketenangan. Manusia adalah bagian dari desain Ilahi yang agung. Ketika masalah datang, kita sadar bahwa ia telah diukur dan ditetapkan, memicu kita untuk mencari solusi, bukan meratapi takdir.
B. Titik Fokus (Orientasi Spiritual)
Keyakinan kepada Qada dan Qadar mengarahkan fokus hidup kita pada dua hal utama:
- Fokus Ikhtiar: Menyadari bahwa sebagian takdir memerlukan usaha maksimal dari kita. Kita wajib berbuat yang terbaik dalam kapasitas kita sebagai manusia.
- Fokus Tawakal: Menyadari bahwa hasil akhir adalah milik Allah. Setelah berusaha, kita serahkan sepenuhnya hasilnya kepada Sang Pencipta, menjauhkan diri dari rasa kecewa berlebihan atau rasa bangga yang berujung sombong.
II. Ṭalabul Ilmi: Mendalami Hakikat Qada dan Qadar
Untuk mencapai ketenangan jiwa, seorang pelajar harus memahami definisi dan perbedaan antara Qada dan Qadar, serta jenis-jenis takdir.
A. Definisi dan Perbedaan Mendasar
1. Qada (Ketetapan Azali)
- Definisi: Keputusan atau ketetapan Allah SWT yang telah ada sejak zaman Azali (sebelum alam semesta diciptakan). Qada bersifat blueprint atau rancangan utama.
- Sifat: Mutlak, final, dan merupakan kehendak Allah yang tidak dapat diubah oleh makhluk.
- Contoh: Ketetapan bahwa manusia pasti akan mati, bahwa siang akan berganti malam.
2. Qadar (Perwujudan/Realisasi)
- Definisi: Perwujudan, realisasi, atau ukuran yang telah ditetapkan oleh Allah SWT pada waktu tertentu. Qadar adalah pelaksanaan dari Qada. Sering disebut juga sebagai Takdir.
- Sifat: Merupakan hasil aktual dari ketetapan Qada.
- Contoh: Kematian seseorang terjadi pada tanggal dan waktu yang spesifik (itu adalah Qadar dari Qada kematian).
Dalil Naqli (Al-Qur’an):
Allah berfirman, “Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (Qadar).” (QS. Al-Qamar: 49)

B. Pembagian Jenis-Jenis Takdir (Qadar)
Untuk memudahkan pemahaman pelajar dalam konteks kehidupan sehari-hari, Takdir (Qadar) dibagi menjadi dua jenis berdasarkan kemungkinan perubahannya melalui usaha manusia:
1. Takdir Mubram (Mutlak dan Tidak Dapat Diubah)
- Pengertian: Ketetapan Allah yang bersifat pasti, mutlak, dan tidak terpengaruh oleh ikhtiar (usaha) manusia. Ini adalah bagian dari Qada yang harus diterima apa adanya.
- Implikasi: Menumbuhkan sikap kesabaran dan keridaan total.
- Contoh:
- Kelahiran dan Kematian.
- Jenis kelamin.
- Terjadinya hari kiamat.
- Hukum alam (seperti gravitasi).
2. Takdir Muallaq (Bergantung pada Usaha)
- Pengertian: Ketetapan Allah yang pelaksanaannya digantungkan pada ikhtiar, doa, dan usaha sungguh-sungguh dari manusia. Manusia diberi peran dan tanggung jawab.
- Implikasi: Menumbuhkan sikap optimisme, etos kerja keras (ikhtiar), dan tidak mudah putus asa.
- Contoh:
- Kepandaian: Allah menetapkan seseorang bisa pandai, tapi harus diwujudkan dengan rajin belajar.
- Kesehatan: Allah menetapkan seseorang sehat, tapi harus diwujudkan dengan menjaga pola hidup dan gizi.
- Kekayaan/Kesejahteraan: Diperoleh melalui bekerja keras dan manajemen keuangan yang baik.
C. Pilar Pelaksanaan Iman: Ikhtiar, Doa, dan Tawakal
Meyakini Takdir Muallaq menuntut adanya tiga langkah berurutan yang wajib dilakukan seorang pelajar:
1. Ikhtiar (Usaha Maksimal)
Ikhtiar adalah langkah pertama dan terpenting. Ini adalah bentuk nyata dari menjalankan amanah sebagai khalifah di bumi. Dalam konteks pelajar, ikhtiar meliputi:
- Belajar dengan disiplin, mengikuti semua instruksi guru.
- Mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh.
- Menjaga etika dan moral.
2. Doa (Permohonan dan Komunikasi Spiritual)
Doa adalah senjata orang beriman. Setelah berusaha sekuat tenaga, kita memohon agar usaha tersebut diberkahi dan hasilnya sesuai dengan yang diharapkan, atau diberikan kekuatan jika hasilnya tidak sesuai.
Penting: Doa dapat mengubah Takdir Muallaq.

3. Tawakal (Penyerahan Diri Total)
Tawakal adalah sikap berserah diri sepenuhnya kepada Allah SWT setelah melakukan ikhtiar dan doa secara maksimal.
- Bukan Pasrah Diri: Tawakal yang benar bukan berarti berhenti berusaha, melainkan tidak khawatir secara berlebihan terhadap hasil.
- Ketenangan Jiwa: Ketika seseorang bertawakal, ia telah melepaskan beban hasil dari pundaknya, karena sadar bahwa keputusan terbaik ada di tangan Allah.
III. Ikhtisar dan Uswatun Hasanah
D. Ikhtisar (Ringkasan Inti)
Keyakinan kepada Qada dan Qadar berfungsi sebagai keseimbangan hidup:
| Kondisi | Sikap yang Benar |
|---|---|
| Saat Meraih Sukses | Bersyukur, tidak sombong, sadar bahwa itu adalah karunia dan Takdir Allah yang diwujudkan melalui Ikhtiar. |
| Saat Menghadapi Kegagalan/Ujian | Bersabar, tidak putus asa, sadar bahwa ini adalah Takdir Allah yang menguji keimanan, memicu introspeksi, dan menguatkan Ikhtiar di masa depan. |
E. Uswatun Hasanah (Teladan Baik)
Teladan terbaik dalam menghadapi Takdir adalah Nabi Muhammad SAW dan para sahabat.
- Teladan Kesabaran: Saat Nabi Muhammad menghadapi ujian berat, seperti kekalahan sementara dalam Perang Uhud atau penganiayaan di Mekkah, beliau tidak menyalahkan takdir. Beliau tetap berikhtiar mengatur strategi dan bertawakal kepada Allah, yang menghasilkan kemenangan jangka panjang.
- Teladan Syukur: Ketika meraih kesuksesan (seperti Fathu Makkah), beliau justru semakin tunduk dan bersyukur, menyadari bahwa semua adalah ketetapan dan pertolongan Ilahi.

IV. F. Pribadi Pelajar Berkarakter
Pelajar SMP Kelas 9 yang mengimani Qada dan Qadar secara benar akan menampilkan karakter yang unggul, sesuai dengan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila:
- Optimisme dan Tangguh: Tidak mudah menyerah karena yakin setiap usaha yang dilakukan adalah bagian dari ibadah, dan hasil akhirnya sudah diukur oleh Allah.
- Rendah Hati (Tawadhu): Saat sukses, tidak menyombongkan diri karena sadar keberhasilan adalah Takdir Muallaq yang disempurnakan oleh karunia Allah.
- Mandiri dan Bertanggung Jawab: Berani mengambil keputusan dan menanggung konsekuensi. Tidak lari dari masalah dengan alasan “sudah takdir,” melainkan berusaha mengubah takdir yang bisa diubah.
- Sabar dan Ikhlas: Mampu menerima Takdir Mubram (yang tidak dapat diubah) dengan lapang dada, dan menjadikan musibah sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan mendekat kepada Allah.
Intinya: Keyakinan kepada Qada dan Qadar adalah kunci untuk mencapai ketenangan jiwa karena membebaskan hati dari rasa cemas masa depan (karena sudah diatur) dan penyesalan masa lalu (karena sudah berlalu). Ia mendorong kita untuk fokus pada satu hal: melakukan Ikhtiar terbaik di masa kini.

