Materi Seni Budaya Kelas 11 Bab 16 Fenomena Seni Rupa

Halo teman-teman! Apa kabarnya nih? Semoga dalam keadaan sehat dan tetap semangat mengikuti pembelajaran ya. Kali ini kita akan melanjutkan materi Seni Budaya kelas 11 bab 16 mengenai Fenomena Seni Rupa. So, tanpa menunggu lagi, yuk langsung simak ulasan di bawah ini!

Bab 16:
Fenoman Seni Rupa


Seni Rupa Pra-modern

Seni rupa pramodern menunjukkan babakan sejarah di mana manifestasi karya seni rupa ada sebelum zaman industri. Seni rupa pramodern ada 4 yaitu primitivisme, naturalisme, realisme, dan dekorativisme.

1. Primitivisme

Primitivisme adalah corak seni rupa yang bersifat bersahaja, naif, sederhana, spontan, jujur, dari segi bentuk dan warna. Seniman bebas dari aturan profesionalisme, tradisi, teknik, dan latihan formal proses kreasi seni. Berikut contoh patung primitif dari Afrika : 

materi seni rupa kelas 11 bab 16

Merupakan karya tiga dimensi yang perwujudannya mengekspresikan makna seni dengan bahasa bentuk simbolik. Patung Dewi Kecantikan Yunani klasik mengekspresikan makna seni dengan idealisasi bentuk mimesis (mengimitasi atau meniru) rupa manusia dalam wujud yang indah dan sempurna. 

2. Naturalisme

Naturalisme adalah corak seni rupa yang teknik pelukisannya berpedoman pada peniruan alam untuk menghasilkan karya seni. Seniman terikat pada hukum proporsi, anatomi, perspektif, dan teknik pewarnaan untuk mencapai kemiripan sesuai dengan perwujudan objek. Tokoh-tokohnya : Abdullah SR, Wakidi, Pirngadi, Basoeki Abdullah, Trubus, Dullah, Rustamadji, Wahdi, dll. 

3. Realisme

Realisme merupakan perkembangan lebih lanjut dari naturalisme. Realisme ada beberapa katagori. Contohnya realisme sosialis (cenderung mengungkapkan adegan-adegan kehidupan manusia yang sengsara, getir, dan pahit).

Realisme berusaha melukiskan keadaan secara nyata, seniman realis memandang dunia tanpa ilusi, menciptakan seni rupa yang nyata, dan benar-benar ada di dunia ini. 

Baca Juga:  Materi Seni Budaya Kelas 10 Bab 15 Merancang Pementasan Tari

Seniman realis mendasarkan seninya pada pencerapan panca inderanya tanpa mengikut-sertakan fantasi dan imajinasinya. Tokoh-tokohnya Raden Saleh (realisme romantis), S. Soedjojono, Dullah, Rustamadji (realisme fotografis), Dede Eri Supria, Ronald Manullang (Realisme Baru). 

Berikut contoh lukisan realisme karya Raden Saleh “Antara Hidup dan Mati” : 

materi seni budaya kelas 11 bab 16

4. Dekorativisme

Dekorativisme merupakan penyederhanaan bentuk dengan cara distorsi, ciri-cirinya bersifat kegarisan, berpola, ritmis, pewarnaan yang rata, mempunyai kecenderungan kuat untuk menghias.

Tujuan dan sifat hias menyebabkan keindahan rupa dekoratif. Karya dua dimensi mengabaikan unsur perspektif dan anatomi, karya tiga dimensi mengabaikan plastisitas bentuk (naturalistis). 

Seni rupa dekoratif ada 2, yaitu figuratif dan geometris. Dekoratif figuratif, yakni penggambaran wujud figur atau bentuk-bentuk di alam.

Contohnya pemandangan, pasar, kota, hewan-hewan di tengah rimba, lukisan kehidupan sehari-hari, dll. Teknik pelukisannya tidak meniru rupa secara realistis, dikerjakan dengan bentuk yang datar tanpa memperhitungkan aspek volume. 

Dekoratif geometris adalah karya seni rupa yang bebas dari peniruan alam, perwujudannya merupakan susunan motif, bentuk, atau pola tertentu di tata sedemikian rupa sehingga memiliki kapasitas untuk membangkitkan perasaan keindahan pengamatnya. 

Lukisan geometris cenderung rasional karena terikat pada pola, motif, atau bentuk-bentuk dan teknik pelukisan yang menuntut ketrampilan dan kesabaran dalam proses kreasinya. Berikut contoh lukisan dekoratif figuratif : 

materi seni budaya kelas 11 bab 16

Seni Rupa Modern

Dasar filosofis dan gejala seni rupa modern merupakan kelanjutan perkembangan seni rupa sebelumnya, satu aspek dari perkembangan budaya secara menyeluruh. Abad modern dikuasai oleh ilmu dan teknologi. 

Perkembangan kemajuan bukan hanya membahagiakan hidup manusia, tetapi juga menimbulkan efek samping. Mulai dari eksploitasi, industrialisasi, kolonialisme, imperialisme, kemiskinan di pihak lain, sehingga terjadi dua kali perang dunia di abad ke-20, dan ratusan kali perang lokal dan perang dingin. 

Baca Juga:  Materi Seni Budaya Kelas 7 Bab 1 Menggambar Flora, Fauna, dan Alam Benda

Kemunculan impresionisme membuka peluang perkembangan seni lukis lebih terbuka, sehingga melahirkan beberapa kecenderungan. Dari Seurat dan Signac yang pointilis, eksploitasi anasir cahaya dan warna muncul ekspresionisme. Kemudian Vincent van Gogh melahirkan fauvisme dan abstrak ekspresionisme. 

Respon Paul Cezanne terhadap impresionisme, mengakibatkan lahirnya kubisme dan perkembangannya kemudian sampai kepada konstruksivisme, minimal art, dan seterusnya. 

1. Pop Art

Pop Art adalah produk sistem perekonomian kapitalis, segala hal dalam kehidupan ini, termasuk hal-hal yang berada dalam wilayah realitas simbolisme diusahakan menjadi komoditi yang bisa dijual ke pasar luas. Logika produk kesenian yang lahir dari Pop Art adalah logika pasar, bukan logika artistik. 

Pop Art juga dipandang sebagai manifestasi subkultur, gerakan kultural generasi muda. Pop identik dengan gaya hidup generasi muda dengan karakteristik perlawanan kepada kemapanan norma-norma masyarakat yang berlaku.

2. Seni Optik

Seni optik meliputi seni dua dimensi dan tiga dimensi, yang mendasarkan ilmu optik, cahaya, dan warna untuk mengolah bentuk-bentuk tertentu yang digunakan untuk mengeksploitasi fallibilitas mata. 

Seni optik berbentuk abstrak, formal, dan konstruktivis melalui bentuk yang khas geometrik dan perulangan yang teratur, rapi, teliti, sehingga dapat menimbulkan efek-efek yang mengecoh mata dengan ilusi ruang. Warna yang digunakan kebanyakan warna cerah atau ligthnes tinggi dengan memberikan batas pada hue/saturation yang tajam dan tegas.

Berikut contoh seni optik 3 dimensi : 

materi seni budaya kelas 11 bab 16

3. Seni Konseptual

Seni konseptual menemukan spektrum baru dalam seni rupa, sebagai pengganti kiasan atau pantun dalam bahasa, surat kabar, majalah, periklanan, pos, telegram, buku-buku, katalogus, foto kopi, film, video, anggota badan, bahkan dunia ini bisa dijadikan medium atau objek seni. 

Adanya seni konseptual, batas-batas seni secara fisik mulai kabur, sebab seni konseptual mengakses hampir semua bentuk seni dan non seni. Berikut contoh manifestasi seni konseptual, memanfaatkan anggota tubuh (tangan kiri yang dilukis menjadi kepala seekor anjing) : 

materi seni budaya kelas 11 bab 16

4. Seni Kontemporer

Pada Encylopedia The World Art, estetika kontemporer bertujuan untuk memfilsafatkan dalam pengertian anti metafisik, kemudian membedakannya dengan estetika-estetika sebelumnya.

Baca Juga:  Materi Matematika Kelas 11 Bab 1 Induksi Matematika

Seni rupa kontemporer tidak percaya lagi pada pusat-pusat perkembangan di mana pun, tetapi percaya pada perkembangan seni rupa dalam batas-batas kenegaraan. Berikut contoh karya seni kontemporer yang menggunakan teknik digital: 

materi seni budaya kelas 11 bab 16

Seni Rupa Post-modern

Post-modern diartikan untuk menunjukkan reaksi yang muncul dari dalam modernisme, gerakan yang menolak modernisme yang mandek dalam birokrasi museum dan akademi, menjelaskan siklus sejarah baru yang dimulai sejak berakhirnya dominasi barat, surutnya individualisme, kapitalisme, kristianitas,  kebangkitan budaya non barat, hilangnya batas seni dan kehidupan sehari-hari.

Bahasa estetik posmodern bersifat hiperriil dan ironik yang meliputi : 

  1. Pastiche adalah karya sastra, seni atau arsitektur yang disusun dari elemen-elemen berbagai pengarang, seniman atau arsitek masa lalu. 
  2. Parodi adalah komposisi dalam karya sastra, seni atau arsitektur yang cenderung pemikiran dan ungkapan khas dalam diri seorang pengarang, seniman, arsitek, atau gaya tertentu diimitasi (imitasi yang ditandai oleh kecenderungan ironik) sedemikian rupa untuk membuatnya humoristik atau absurd. 
  3. Kitch ditafsirkan sebagai sampah aristik atau selera rendah karena lemahnya ukuran atau kriteria estetik. 
  4. Camp adalah satu bentuk dandysme (tanpa identitas seks), dan karenanya menyanjung tinggi kevulgaran. 
  5. Skizophrenia didefinisikan sebagai putusnya rantai pertandaan, yaitu rangkaian sintagmatis penanda yang bertautan dan membentuk satu ungkapan atau makna. 

Daftar Pustaka: 
Pekerti, W. dkk. 2014. Seni Budaya SMA/MA SMK/MAK Kelas XI Semester 2. Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also

Materi Seni Budaya Kelas 12 Bab 11 Pergelaran Seni Musik

Halo teman-teman! Apa kabarnya nih? Masih semangat ya mengikuti pembelajaran Seni Budaya? …