Sistem Gerak pada Hewan dan Tumbuhan

Share

Pernah kepikiran gak sih? Bagaimana burung dari yang kecil sampai yang besar bisa terbang? Mengapa daun bunga putri malu bisa menutup ketika disentuh? Mengapa bunga pukul 4 hanya mekar di sore hari? Sudah tau jawabannya? Kalau belum, baca ringkasan materi ini bareng – bareng yuk.

Sebelumnya, ringkasan materi bab 1 Gerak Benda dan Makhluk Hidup di Lingkungan Sekitar) membahas tentang sistem gerak pada manusia, maka pada Part 3 ini membahas tentang sistem gerak pada hewan dan tumbuhan. Jangan lupa untuk membaca part 1 dan part 2 nya juga ya?

Ringkasan Materi IPA SMP Kelas 8 #part 3

Rangkuman lengkap silahkan lihat di halaman Rangkuman IPA Kelas 8 K13 Revisi

Sistem Gerak pada Hewan dan Tumbuhan

1. Sistem Gerak pada Hewan

Air memiliki kerapatan yang besar, sehingga hewan di air lebih sulit untuk bergerak. Air memiliki gaya angkat yang besar dan massa jenis hewan air lebih kecil dari lingkungannya. Hal ini menyebabkan hewan air mengeluarkan sedikit energi karena dibantu oleh gaya angkat air.

Bentuk tubuh yang dimiliki hewan air yaitu terpedo (streamline). Hal ini memungkinkan untuk meliuk dari sisi ke sisi dan mengurangi hambatan ketika bergerak. Tubuh ikan dilengkapi otot dan tulang belakang untuk mendorong ikan melaju ke depan.

Ikan memiliki sirip untuk menjaga keseimbangan. Untuk mengatur gerak naik turun, ikan memiliki gelembung renang yang dapat mengeluarkan gas seperti oksigen.

Gerak hewan di udara dipengaruhi oleh gaya gravitasi. Sehingga, tubuh hewan udara memiliki gaya angkat yang besar untuk mengimbangi gaya gravitasi.  Sayap burung terdiri atas kerangka dan otot yang kuat dan ringan. Sayap burung memiliki bentuk airfoil yaitu bentuk melengkung yang dapat mempercepat udara bagian atas mengalir daripada udara bagian bawah.

Ketika sayap burung dikepakkan ke belakang, sayap memberi aksi pada udara dibawah sayap, dan udara memberi gaya reaksi agar mengalir kebawah dan mendorong kedepan. Sehingga, burung dapat terangkat keatas dan melaju kedepan. Hal ini sesuai dengan Hukum III Newton.

Hewan darat memiliki otot dan tulang yang kuat. Hal ini untuk mengatasi inersia dan untuk menjaga gaya pegas (elastisitas). Contohnya, gajah dan kerbau memiliki massa tubuh yang besar, sehingga membutuhkan gaya yang besar untuk melawan inersia. Namun, perbedaan otot dan tulang pada gajah dan kerbau membuat gajah lebih lincah daripada kerbau.

2. Sistem Gerak pada Tumbuhan

Gerak pada tumbuhana ada 3 yaitu : gerak Endonom, Higroskopis dan Eksionom. Gerak endonom adalah gerak yang terjadi dari dalam sel tubuh tumbuhan. Contohnya, gerak kloroplas pada daun hidrilla (Hydrilla verticillata).

Apabila di lihat dengan mikroskop, sel daun hidrilla berbentuk seperti tembok dan berair yang disebut sitoplasma. Ditengah sitoplasma terdapat bulat – bulat berwarna hijau yang disebut kloroplas. Kloroplas inilah yang bergerak mengelilingi sel dan disebut siklosis. Berikut gambar sel daun hidrilla

Keterangan : a = daun hidrilla, b = sel daun hidrilla dibawah mikroskop

Gerak Higroskopis adalah gerak karena adanya perubahan kadar air dalam sel secara tidak merata. Contohnya membukanya buah polong – polongan seperti kedelai (Glycine max) dan membukanya dinding sporangium pada tumbuhan paku.

Ketika kedelai sudah tua, terjadi penurunan kadar air dalam sel yang tidak merata sehingga membuat kedelai mengkerut. Karena semakin mengkerut, membuat kulitnya membuka.

Gerak eksionom adalah gerak karena adanya rangsangan dari lingkungan. Gerak eksionom dibagi menjadi 3 yaitu : tropisme, taksis dan nasti.

Gerak tropisme adalah gerak yang dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang dari luar. Gerak tumbuhan yang mendekati arah datangnya rangsang dinamakan tropisme positif, sedangkan yang menjauhi datangnya rangsang dinamakan tropisme negatif.

Gerak tropisme ada 4 yaitu Fototropisme/Heliotropisme, Hidrotropisme, Tigmotropisme dan Kemotropisme. Fototropisme adalah gerak tropisme yang dipengaruhi oleh cahaya. Gerak tumbuhan yang mendekati cahaya disebut fototropisme positif, sedang yang menjauhi cahaya disebut fototropisme negatif.

Geotropisme adalah gerak tumbuhan karena pengaruh gravitasi bumi. Contohnya, pada tumbuhan jagung. Akar jagung bergerak menuju ke pusat bumi (disebut geotropisme positif) sedangkan batang jagung bergerak menjauhi pusat bumi (disebut geotropisme negatif).

Hidrotropisme adalah gerak tumbuhan mendekati sumber air. Contohnya, akar kaktus yang bergerak mendekati sumber air ketika musim kemarau.

Tigmotropisme adalah gerak merambatnya sulur pada arah rambatannya. Contohnya, sulur kacang panjang, labu siam, mentimun, dan sebagainya.

Kemotropisme adalah gerak tropisme yang dipengaruhi oleh zat kimia. Contohnya, proses penyerbukan pada tumbuhan. Penyerbukan diawali dengan menempelnya serbuk sari pada kepala putik. Kemudian serbuk sari berkecambah dan membentuk buluh serbuk. Selanjutnya buluh serbuk membawa gamet jantan (spermatozoa) menuju gamet betina (sel telur).

Pergerakan buluh serbuk tersebut dipengaruhi oleh zat gula (zat kimia) yang dikeluarkan oleh bakal buah. Proses penyerbukan terjadi seperti gambar berikut.

Gerak taksis adalah gerak pindah tempat seluruh bagian tempat yang arahnya dipengaruhi sumber rangsangan. Contohnya, organisme uniseluler yaitu Euglena viridis yang merupakan protista mirip tumbuhan.

Euglena dapat bergerak pindah tempat karena memiliki flagelata dan reseptor cahaya. Karena membutuhkan cahaya, euglena akan bergerak kearah datangnya cahaya dan pergerakannya disebut fototaksis.

Gerak nasti adalah gerak tumbuhan yang tidak dipengaruhi oleh arah datangnya cahaya. Gerak nasti ada 4 yaitu :

1). Seismonasti : gerak yang dipengaruhi oleh getaran atau sentuhan. Contohnya, menutupnya daun putri malu (Mimosa pudica) ketika disentuh.

2). Niktinasti : gerak yang dipengaruhi oleh kondisi siang dan malam. Contohnya, daun bunga merak (Caesalpinia pulcherrima) menutup ketika malam dan membuka ketika siang hari.

3). Fotonasti : gerak yang dipengaruhi karena adanya cahaya sore. Contohnya, bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) mekar ketika jam 4 sore.

4). Termonasti : gerak yang dipengaruhi karena adanya suhu hangat. Contohnya, mekarnya bunga tulip di musim semi karena musim semi suhunya hangat.

Demikian ringkasan materi bab Gerak Benda dan Makhluk Hidup di Lingkungan Sekitar Part 3 semoga bermanfaat dan bisa menambah referensi kamu… jangan lupa untuk membaca part 1 dan part 2 nya juga ya?

This post was last modified on Oktober 25, 2020 3:51 pm

Rita Purwanti

Alumni Biologi Universitas Islam Malang, Hobi Menulis, Folow Instagram : @ritarapunzel12, Facebook : Rita Purwanti

Leave a Comment
Published by
Rita Purwanti

Recent Posts

Kisi – Kisi Soal PAS IPA Kelas 8 Semester 1 Tahun 2020/2021

Buat kamu yang sedang mencari kisi - kisi soal PAS IPA kelas 8 semester 1,… Read More

November 19, 2020

8 Alasan Kenapa Harus Memilih Jurusan Ilmu Gizi

Kamu sedang bingung mau masuk jurusan apa saat kuliah nanti? Memilih jurusan memang susah-susah gampang.… Read More

November 18, 2020

Cara Menumbuhkan Semangat Mengerjakan Skripsi

Mengerjakan skripsi memang tidak mudah. Kadang kita semangat, kadang juga muncul rasa lelah dan bosan.… Read More

November 18, 2020

6 Aplikasi Manajemen Waktu Terbaik untuk Pelajar

Di tengah pandemi ini, banyak pelajar jadi bersikap acuh tak acuh terhadap tugas yang menumpuk… Read More

November 18, 2020

Rangkuman Materi IPS Kelas 7 Bab 3 Aktivitas Manusia dalam Memenuhi Kebutuhan

Berikut rangkuman lengkap materi IPS Kelas 7 Bab 3 Aktivitas Manusia dalam Memenuhi Kebutuhan. Rangkuman… Read More

November 16, 2020

Rangkuman Materi IPS Kelas 7 Bab 2 Interaksi Sosial dan Lembaga Sosial

Berikut rangkuman lengkap materi IPS Kelas 7 bab 2 tentang Interaksi Sosial dan Lembaga Sosial.… Read More

November 16, 2020