Materi Seni Budaya Kelas 10 Bab 15 Merancang Pementasan Tari

Halo teman-teman! Apa kabarnya nih? Penulis harap kamu dalam keadaan sehat dan tetap semangat dalam mengikuti pembelajaran ya. Hari ini penulis akan mengupas tuntas materi Seni Budaya kelas 10 bab 15 berjudul Merancang Pementasan Tari. Yuk, langsung simak ulasannya di bawah ini.

Bab 10:
Merancang Pementasan Tari


materi seni budaya kelas 10 bab 15

Merancang Pementasan

Merancang pementasan adalah tindakan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dengan langkah-langkah memahami konseptual, teknik dan prosedural untuk menghasilkan tujuan pementasan.

Pementasan teater merupakan proses komunikasi atau interaksi antara pementasan seni dengan penontonnya yang dibangun oleh sistem pengelolaan, yaitu manajemen pementasan. 

Manajemen adalah serangkaian tindakan yang dilakukan seorang pengelola seni dalam memberdayakan sumber-sumber (potensi) yang ada berdasarkan fungsi-fungsi manajemen. 

Tujuan seni dalam pengelolaan pementasan, termasuk di dalamnya pementasan teater adalah mencapai kualitas pementasan seni yang bermutu dan menjaga kesejahteraan beberapa awak pendukung pementasan di dalamnya. Dalam hal ini, kualitas pementasan seni ditanggungjawabi oleh seorang manager artistik, dikenal dengan sutradara. 

Kesejahteraan bagi beberapa pendukung pentas dipercayakan kepada seorang yang mengetahui secara ilmu dan praktik dalam merancang pementasan yang dikepalai seorang manajer produksi atau pimpinan produksi. 

Unsur Dalam Pementasan Teater

  1. Pelaku pementasan : para pemeran, penari, pemusik dan para pekerja dibidang artistik pementasan
  2. Penggiat pementasan : orang-orang atau para pendukung dibidang non-artistik yang turut menyukseskan terlaksananya pementasan
  3. Materi pementasan : wujud pementasan teater yang dibangun melalui tahapan-tahapan menggunakan medium tertentu, bersifat kolektif (bekerja bersama) dengan wilayah kerja dan tanggungjawab secara bersama (kolaborasi)
  4. Penonton pementasan : orang-orang yang sengaja datang untuk menyaksikan pementasan, sebagai apresiator, penikmat, penilai, terhadap teater yang dipentaskan
  5. Publikasi : upaya sosialisasi atau informasi kepada penonton yang dilakukan penggiat pementasan tentang lakon yang akan dipentaskan, waktu dan tempat pementasan
Baca Juga:  Materi Seni Budaya Kelas 8 Bab 8 Menyusun Naskah Pantomim

Teknik Merancang Pementasan Teater

  1. Merencanakan pementasan teater  
  2. Pelaksanaan merancang pementasan teater 
  3. Menyiapkan materi pementasan 

Tahapan Merencanakan Teater 

  1. Pertemuan Sekolah dan Komite Sekolah 
  2. Pembentukan Panitia Inti 
  3. Penentuan Naskah Lakon 
  4. Menyusun Panitia 
  5. Tugas dan Tanggung Jawab Panitia 
  6. Menyusun Jadwal Produksi dan Pementasan 
  7. Menyusun Proposal Pementasan Teater

Contoh Struktur Pementasan Teater

materi seni budaya kelas 10 bab 15

1. Pelindung Kegiatan

Pelindung kegiatan dapat dilakukan dan menempatkan : Kepala Sekolah dan Komite Sekolah.

2. Penasehat Kegiatan

Penasehat kegiatan dapat dilakukan dan menempatkan : Dewan Kelas dan Wali Kelas.

3. Penanggungjawab Kegiatan

Penanggungjawab kegiatan dapat dilakukan dan menempatkan : Ketua Kelas. 

4. Pembimbing dan Pendamping

Pembimbing atau pendamping kegiatan dapat  diangkat dari : 1. Guru kesenian 2. Guru kelas yang diperbantukan 3. Orang tua murid yang diperbantukan.

5. Pimpinan Produksi

Pimpinan produksi adalah seorang manager atau pimpinan yang mengelola produksi seni, dari mulai perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan. 

6. Sutradara

Sutradara adalah seorang pembelajar yang memiliki wawasan dan pengalaman seni di bidang seni teater. Sutradara bertugas sebagai pemeran pertama dan penafsir naskah garap, pengarah, pemimpin, motivator dalam proses produksi materi pementasan teater yang telah direncanakan. 

7. Panitia Inti

Panitia inti, terdiri dari sekretaris dan bendahara. Staf bidang produksi terdiri dari bidang acara, sekretariat, dana usaha, publikasi, dokumentasi, perlengkapan, kesejahteraan, umum dan keamanan.

8. Penata dan Crew Artistik

Penata dan crew artistik terdiri dari : stage manager, penata tari, penata musik, penata panggung, penata rias busana, penata lampu, penata properti, pekerja panggung (Stage Crew).  

Jadwal Produksi

Jadwal produksi berisi susunan materi program dan urutan waktu dari masing-masing bidang, baik kegiatan artistik maupun non artistik.

Jadwal produksi didasarkan atas perhitungan efisiensi waktu dan proses latihan materi seni, produksi dan efektivitas pementasan teater dengan cara pemberdayaan sumber yang ada dan hemat tapi tidak mengurangi kualitas teater yang dihasilkan. 

Baca Juga:  Materi Seni Budaya Kelas 8 Bab 14 Menampilkan Tari Tradisional

Jadwal produksi (Time Schedule) berfungsi memberi gambaran dan penjelasan tentang rencana pementasan berdasarkan target waktu, target tujuan, target proses dan target hasil. Hal ini memudahkan panitia untuk mengetahui, memahami dan melaksanakan agenda sesuai dengan prosedur yang ditempuh. 

Berikut contoh jadwal produksi: 

materi seni budaya kelas 10 bab 15

Pelaksanaan pementasan yang dilakukan panitia dan pementasan seni adalah dua faktor penting yang harus diperhatikan. Apabila salah satu faktor terjadi kelemahan, pementasan teater dapat dikatakan gagal atau kurang berhasil. Dua faktor tersebut sangat menentukan keberhasilan pementasan teater. 

Kegiatan perencanaan dan kesiapan yang matang adalah kunci yang harus dilakukan oleh setiap pementasan dan pembelajar seni pementasan kesenian, termasuk  pementasan teater di sekolah. 

Tujuan pelaksanaan adalah sebagai tolak ukur dari awal keberhasilan pelaksanaan dalam mencapai tujuan pementasan melalui serangkaian tindakan yang telah dan tengah dilakukan panitia pementasan.

Kalau terjadi pementasan dengan sepi penonton atau tidak ada penonton, perlu dievaluasi dan ditinjau kembali pelaksanaan publikasi dan pemasaran. Tahapan menyiapkan materi pementasan yaitu : 

  1. Menyiapkan materi teater 
  2. Menyiapkan sarana dan prasarana 
  3. Tempat dan panggung pementasan 
  4. Menyiapkan kemitraan
  5. Menyiapkan publikasi 
  6. Menyiapkan penonton 

Sarana prasarana meliputi pengadaan barang dan alat guna kebutuhan pementasan, seperti tempat dan gedung pementasan, set panggung, lampu, kostum, peralatan pemain (property), dan sebagainya. 

Tata Pentas

Tata Pentas adalah pementasan seni visual yang membantu menjelaskan suatu adegan babak dalam membangun laku dramatik tokoh cerita di atas panggung.

Tata pentas merupakan ekspresi para penata artistik dengan melibatkan para pendukung dan pekerja panggung dalam mewujudkan pementasannya. Kegiatan para penata pentas: 

  1. Tata panggung, sebagai setting dan dekorasi panggung pementasan mengungkapkan tempat, waktu dan kejadian peristiwa pementasan, dilakukan perubahan tata panggung setiap pergantian babak dalam cerita
  2. Tata lampu/tata cahaya dan efek pencahayaan, sebagai alat penerang, memberi efek suasana adegan dan membangun atmosfir pementasan
  3. Tata rias dan busana, sebagai penguat, memperjelas karakter tokoh, baik secara fisikal, psikis, moral atau status sosial
  4. Tata properti, peralatan-peralatan pentas seperti tas, topi, cangklong, tongkat, gelas, piring, dsb
  5. Tata musik, sebagai pengisi dan pembangun suasana pementasan melalui gending, musik, suara atau bunyi dan efek audio
  6. Tata multimedia, sebagai pemanfaatan teknologi, seperti LCD, OHP
  7. Sound engineering, sebagai kelengkapan pementasan guna membantu mengeraskan dan mengharmoniskan suara
Baca Juga:  Materi Seni Budaya Kelas 10 Bab 5 Gerak Dasar Tari

Berikut contoh tata lampu dalam pementasan: 

materi seni budaya kelas 10 bab 15

Tempat dan panggung pementasan dapat dilakukan di dalam (indoor) dan di luar gedung pementasan (outdoor). Berikut contoh panggung proscenium

materi seni budaya kelas 10 bab 15

Kemitraan dalam Pementasan

Kemitraan adalah jalinan, hubungan, kerjasama yang dilakukan oleh seseorang atau suatu organisasi untuk bersama-sama mengikat diri dalam suatu kerja atau kegiatan.

Kemitraan bersifat saling menguntungkan dan dibangun oleh suatu kepercayaan. Kemitraan akan terbina dan terjaga apabila satu sama lain tidak merasa dirugikan atau satu sama lain sama-sama merasa diuntungkan.

Daftar Pustaka: 
Soetedja, Zackaria dkk. 2017. Seni Budaya SMA/MA SMK/MAK Kelas X Semester 2. Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Materi Seni Budaya Kelas 11 Bab 13 Naskah Lakon Teater Modern

Hai teman-teman semua! Masih semangat ya mengikuti pembelajaran Seni Budaya kelas 11? Nah,…