Berikut adalah Kisi-Kisi Materi TKA Bahasa Indonesia SMA/SMK yang disusun secara komprehensif berdasarkan matriks kompetensi yang Anda berikan. Kisi-kisi ini dirancang untuk mengukur literasi tingkat lanjut yang sesuai dengan jenjang menengah atas.
Kisi-kisi ini resmi bersumber dari situs resmi puspendik kemdikbud
Kisi-Kisi TKA Bahasa Indonesia SMA/SMK

I. Karakteristik Wacana (Standar SMA/SMK)
Untuk jenjang SMA/SMK, teks yang digunakan memiliki kompleksitas yang lebih tinggi dibanding jenjang sebelumnya:
- Jenis Teks: Teks Informasi (opini, editorial, laporan ilmiah, teks prosedur kompleks) dan Teks Fiksi (prosa modern/klasik, puisi, dan naskah drama).
- Panjang Teks: Umumnya berkisar antara 300–450 kata untuk memberikan ruang bagi analisis mendalam.
- Kebahasaan: * Menggunakan kalimat majemuk bertingkat dan kalimat kompleks.
- Kosakata mencakup istilah bidang keilmuan, kata serapan (daerah/asing), dan ungkapan idiomatik.
II. Matriks Kompetensi dan Indikator Asesmen
1. Kompetensi: Pemahaman Tekstual
Fokus: Mengidentifikasi unsur kebahasaan dan struktur informasi yang tersurat.
| Subkompetensi | Indikator Soal / Kemampuan yang Diuji |
| Kata Serapan | Mengidentifikasi penulisan dan penggunaan kata serapan (asing/daerah) yang tepat dalam konteks teks formal atau ilmiah. |
| Identifikasi Unsur & Fenomena | Menentukan latar, karakter tokoh, atau fenomena sosial/ilmiah yang dideskripsikan melalui pemilihan kosakata spesifik dalam teks. |
| Penyusunan Struktur | Mengonversi informasi kompleks dari teks ke dalam bentuk kerangka (outline), bagan alur, atau peta konsep yang sistematis. |
2. Kompetensi: Pemahaman Inferensial
Fokus: Menarik kesimpulan, menghubungkan gagasan, dan memprediksi isi.
| Subkompetensi | Indikator Soal / Kemampuan yang Diuji |
| Penyimpulan Komprehensif | Menyimpulkan ide pokok, konflik batin tokoh, amanat, atau nilai (budaya, moral, agama) yang tersirat dalam teks prosa atau drama. |
| Hubungan Makna | Menjelaskan hubungan logis (sebab-akibat, pertentangan, syarat) antarparagraf atau antarkalimat dalam teks eksposisi/editorial. |
| Prediksi Kelanjutan | Memprediksi akhir cerita atau dampak dari suatu fenomena yang dipaparkan dalam teks berdasarkan petunjuk-petunjuk logis yang ada. |
3. Kompetensi: Evaluasi dan Apresiasi
Fokus: Menilai kualitas teks, keakuratan informasi, dan memberikan respons estetis.
| Subkompetensi | Indikator Soal / Kemampuan yang Diuji |
| Relevansi Kehidupan | Menilai apakah konflik atau isu dalam teks masih relevan dengan situasi sosial, budaya, atau teknologi di masa kini. |
| Kualitas Informasi | Mengevaluasi keakuratan data, kesesuaian argumen, dan kecukupan bukti pendukung yang digunakan penulis dalam teks informasi. |
| Evaluasi Bahasa | Menilai ketepatan diksi, gaya bahasa (majas), dan nada penulis dalam mencapai tujuan komunikasinya. |
| Apresiasi Sastra | Menilai efektivitas penggambaran karakter atau latar dalam fiksi serta menyimpulkan respons emosional (katarsis, empati) terhadap puisi atau drama. |
III. Penekanan Materi Berdasarkan Jenis Sastra
Khusus untuk subkompetensi Respons Emosional, materi mencakup:
- Puisi: Memahami diksi, rima, dan tipografi untuk menangkap suasana hati (mood) penyair.
- Prosa: Menganalisis cara penulis menggunakan sudut pandang untuk memengaruhi emosi pembaca.
- Drama: Menilai dialog dan petunjuk laku (kramagung) dalam membangun ketegangan konflik.
IV. Strategi Penyusunan Soal
- Konteks Global & Nasional: Teks informasi sebaiknya mengangkat isu-isu mutakhir seperti disrupsi teknologi, perubahan iklim, atau ekonomi kreatif.
- Analisis Antarteks: Siswa SMA/SMK didorong untuk membandingkan dua teks (misal: satu berita fakta dan satu teks opini) untuk menilai keakuratan dan bias informasi.
- Logika Kebahasaan: Pertanyaan hubungan makna antarkalimat harus menguji pemahaman siswa terhadap konjungsi koordinatif dan subordinatif yang kompleks.









