Tertarik Bergabung dengan OSIS? Simak Dulu 6 Pertanyaan Untuk Wawancara OSIS yang Paling Sering Keluar!

OSIS merupakan organisasi resmi sekolah yang diakui oleh sekolah sendiri dan memiliki banyak peran dan tanggung jawab dalam segala kegiatan sekolah. OSIS seringkali menjadi panitia dalam setiap kegiatan sekolah dalam skala kecil maupun besar. Sehingga tak heran jika OSIS menjadi organisasi yang terpandang dan cukup dikenal para siswa lainnya.

Jika kamu baru masuk SMP ataupun SMA dan kamu merasa tertarik untuk aktif menjadi panitia di acara sekolah, kamu bisa memilih untuk masuk kedalam keanggotaan pengurus OSIS. Namun menjadi anggota OSIS tidaklah mudah, terdapat banyak tahapan seleksi yang harus kamu lalui terlebih dahulu.

Salah satu tahapan seleksi OSIS adalah tahap wawancara. Nah, kali ini penulis ingin membagikan beberapa pertanyaan untuk wawancara OSIS yang paling sering keluar! So, yuk buruan simak ulasan di bawah ini ya gengs!

Pertanyaan untuk Wawancara OSIS

1. Apa motivasi kamu mendaftar menjadi anggota OSIS?

pertanyaan untuk wawancara osis
Man feeling determined climbing up a steep mountain side.

Motivasi merupakan hal yang penting karena motivasi yang kuat dapat membantu kamu berkomitmen menjadi seorang anggota OSIS. Disini penguji ingin melihat apakah motivasi yang kamu miliki sudah benar dan kuat. Jika kamu memiliki motivasi kuat maka penguji juga akan memandang bahwa kamu akan mampu untuk berkomitmen menjalankan tugas menjadi seorang anggota OSIS.

Karena itu, kamu harus mempersiapkan untuk menjawab pertanyaan ini yaitu dengan memikirkan kembali apa yang menjadi motivasi kamu mendaftar menjadi anggota OSIS. Selain menemukan motivasi kamu, kamu juga harus yakin terhadap motivasi yang kamu miliki. Sehingga ketika menjawab pertanyaan penguji kamu bisa menjawabnya dengan percaya diri dan yakin, hal ini akan menjadi nilai plus untuk kamu.

Sebaiknya motivasi kamu bukan karena ingin dikenal banyak orang atau menjadi terkenal, karena hal itu merupakan motivasi yang salah. Motivasi kamu mungkin bisa ingin belajar berorganisasi, ingin mengembangkan diri, dan banyak hal lainnya.

Baca Juga:  Tips Dekorasi Kelas Untuk Hut RI yang Meriah dan Keren

2. Kamu ingin menjabat posisi apa dalam kepengurusan OSIS?

Ada banyak posisi yang bisa kamu pegang ketika kamu sudah menjadi seorang anggota OSIS. Dari posisi yang tertinggi, terdapat ketua OSIS, kemudian kepengurusan inti seperti wakil, sekretaris, dan bendahara. Ada pula peran koordinator atau ketua sekbid.

Bahkan mungkin kamu hanya ingin menjadi anggota sekbid? Karena itu, kamu harus tahu dulu jabatan apa saja yang ada dan juga kamu harus mengetahui setiap sekbid yang ada. Meski sebenarnya setelah menjadi anggota kamu tidak bisa memilih akan menjabat posisi apa, namun penguji dapat melihat sifat dan pikiran kamu melalui jawaban yang kamu miliki.

Itulah tujuan dari pertanyaan ini apakah pikiran yang kamu miliki sudah sesuai untuk masuk menjadi seorang pengurus OSIS. Pertanyaan ini pun sedikit menjebak jadi kamu tidak bisa berpikir terlalu keras karena apapun jawaban kamu bisa salah dimata seorang penguji.

Misal, kamu memilih  untuk mejadi seorang ketua OSIS, penguji bisa melihat kamu sebagai seorang yang percaya diri namun penguji juga bisa melihat kamu sebagai seseorang yang sombong. Sehingga, yang perlu kamu lakukan adalah menjawab pertanyaan dengan yakin dan jujur.

3. Siapa sosok yang menjadi panutan kamu?

Pertanyaan untuk Wawancara OSIS
Two Businesswomen Working On Computer In Office

Memiliki sosok panutan juga merupakan salah satu hal yang ingin penguji dengar dari kamu. Dari sini, penguji juga bisa mleihat bagaimana kepribadian kamu nantinya, apakah sudah baik dan siap untuk menjadi seorang anggota OSIS. Kamu boleh mulai memikirkannya untuk bersiap ketika ditanyakan.

Jika kamu mungkin belum memiliki seorang panutan kamu juga bisa mulai mencari tahu. Sosok seseorang yang menjadi panutan kamu bukan hal yang penting atau yang ingin diketahu penguji. Tidak ada sosok panutan yang salah atau buruk.

Baca Juga:  Perbedaan Politeknik dengan Universitas

Akan tetapi, yang dilihat oleh penguji adalah alasan kamu mengagumi sosok tersebut, apa yang kamu ambil dari sosok tersebut. Kamu harus memiliki alasan yang kuat, agar penguji dapat percaya bahwa kamu sungguh mengagumi dan mengambil nilai positif dari sosok tersebut.

4. Apa kelebihan dan kekurangan kamu?

Setiap orang termasuk kamu dan Penulis pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Karena itu, setiap manusia merupakan sosok yang unik termasuk kamu. Kamu memiliki potensi dalam diri kamu sendiri. Namun, yang jadi permasalahan apakah kamu sudah mengetahui kelebihan atau potensi yang kamu miliki serta kekurangan yang kamu miliki? Jika belum, maka kamu harus mencari tahu mulai sekarang.

Dari pertanyaan ini, penguji ingin melihat aspek apa yang ada didalam diri kamu melalui jawaban kamu. Selain itu, penguji juga ingin melihat apakah kamu sudah cukup mengenal diri kamu sendiri atau belum. Jika kamu mengetahui kelebihan yang kamu miliki, kamu dapat memanfaatkannya dengan baik.

Sedangkan apabila kamu mengetahui kekurangan kamu, kamu juga dapat mengatasinya. Sehingga jangan sampai kamu menjawab tidak tahu  atau tidak bisa menjawab dalam pertanyaan ini.

5. Jika sudah diterima, apa yang akan kamu lakukan?

Pertanyaan untuk Wawancara OSIS
Project Proposal with stack of documents and keyboard.

Pertanyaan ini juga sering ditanyakan oleh penguji dan seringkali pertanyaan ini ditanyakan saat terakhir wawancara kamu. Dari pertanyaan ini, penguji ingin melihat apakah kamu sudah memikirkan dan mepersiapkan diri untuk menjadi anggota OSIS. Jika sudah, kamu mungkin akan dianggap sudah siap untuk menjadi anggota OSIS.

Selain itu, penguji juga ingin melihat sifat tanggung jawab yang kamu miliki. Apakah ketika sudah diterima, kamu akan lepas tanggung jawab dan tidak melakukan tugas. Pertanyaan ini lebih seperti komitmen kamu nantinya, sehingga kamu juga harus menepati jawaban kamu ketika sudah menjadi seorang anggota OSIS.

Baca Juga:  4 Tahapan Dalam Menyusun Metode Ilmiah Biologi

Misal saja, kamu bisa menjawab bahwa kamu akan menjalankan setiap tugas dan peran yang dipegang, bertanggung jawab akan setiap tugas, keputusan, ataupun perilaku yang diambil;, atau mungkin lebih menjaga perilaku agar dapat menjadi contoh yang baik bagi siswa lain.

6. Pertanyaan penalaran

Nah, pertanyaan penalaran ini juga mungkin bisa saja muncul. Pertanyaan penalaran ini berbeda-beda. Biasanya pertanyaan penalaran ini penguji memberi suatu kondisi yang mungkin akan terjadi, lalu bagaimana kamu akan menyikapi kondisi tersebut. Dari sini, penguji ingin melihat kepribadian serta sikap kamu. Apakah kamu mampu untuk menjadi seorang anggota OSIS.

Misal saja, terdapat kondisi dimana kamu merupakan seorang koordinator sekbid yang bertanggung jawab atas pelaksaan upacara sekolah. Kemudian, terdapat seorang petugas upacara sakit hingga lemas. Apa yang akan kamu lakukan sebagai seorang ketua sekbid? Dan banyak contoh lainnya.

Ketika menjawab pertanyaan penalaran pun, penguji juga bisa membantah jawaban kamu. Sehingga selain menjawab dengan benar kamu juga harus yakin akan jawaban kamu. Diharapkan, jangan sampai kamu kehabisan kata-kata untuk menjawab penguji. Hal ini tidak bisa kamu pelajari, kamu hanya perlu mempersiapkan hati dan pikiran kamu.

Berbagai contoh pertanyaan diatas merupakan pertanyaan yang sering masuk dalam tahap seleksi wawancara anggota OSIS. Hal ini Penulis dapatkan melalui pengalaman Penulis mengikuti seleksi wawancara anggota OSIS dan menjadi penguji di dalam seleksi wawancara calon anggota OSIS.

Setiap pertanyaan dalam seleksi wawancara tidak dapat kamu pelajari melalui teori. Namun, kamu harus mempersiapkan hati dengan mengingat kembali hal-hal yang perlu diingat tentang diri kamu dan meyakinkan diri kamu sendiri.

Jika kamu dapat menjawab pertanyaan dengan yakin, penguji juga bisa yakin dengan kamu. Persiapkan juga beberapa pengetahuan umum mengenai OSIS yang mungkin juga ditanyakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Ketahui Yuk 5 Hal yang Wajib Dipersiapkan untuk Masuk SMA!

Setelah lulus SMP tentu kamu akan melanjutkan pendidikan kamu ke jenjang yang lebih tinggi…