Keselamatan Kerja di Laboratorium

 Haii Readers! Dalam melakukan kegiatan penelitian atau observasi IPA, seringkali kita harus bekerja di laboratorium. Saat bekerja di laboratorium, kita perlu mengetahui tata tertib dan mematuhinya demi menjaga keselamatan diri dan orang yang bekerjasama dengan kita. Lalu apa apa saja yah tata tertib di Laboratorium?

Keselamatan Kerja di Laboratorium
Photo by Artem Podrez on Pexels.com

Tata Tertib di Laboratorium

Tata tertib di laboratorium sangatlah penting demi menghindari kecelakaan dan mendukung keberhasilan percobaan. Maka tata tertibnya adalah sebagai berikut:

1. Persiapan                                                                

Sebelum melakukan percobaan, persiapkanlah hal hal berikut:

  • jas laboratorium
  • serbet atau tisu
  • catatan kerja

2. Buatlah Prosedur Kerja                                       

Tentukan terlebih dahulu tujuan praktikum, hal yang dikerjakan, alat dan bahan, cara kerja, dan hal hal yang perlu diperhatikan saat praktikum.

3. Alat dan Cara Menggunakannya                       

Kita harus terlebih dahulu mengetahui cara menggunakan suatu alat dan jika belum mengetahui sebaiknya bertanya kepada guru pembimbing. Dan setelah digunakan, sebaiknya alat alat dikembalikan ke tempat sebelumnya namun sebelumnya harus sudah dalam keadaan bersih.

4. Saat Berada di dalam Laboratorium             

Aturan umum saat berada di dalam Laboratorium:

  • Jangan bermain main selama berada di dalam laboratorium.
  • Jangan makan makan selama berada di dalam laboratorium.
  • Berhati hatilah terhadap zat kimia berbahaya yang berada di dalam laboratorium.
  • Buanglah sampah pada tempatnya.
  • Jangan membawa atau mengambil alat alat serta bahan laboratorium keluar ruangan tanpa seizin guru pembimbing.
  • Hanya gunakan alat dan bahan yang dibutuhkan atau yang sesuai dengan petunjuk praktikum.
  • Kamu wajib mengenali dan menghapal semua jenis jenis peralatan kerja yang berada di laboratorium terutama zat zat kimia bereaksi, alat alat darurat laboratorium dan P3K.
  • Jika terjadi kerusakan pada peralatan, segera laporkan kepada yang berwenang.
  • Peralatan peralatan khusus juga memiliki perawat khusus,maka jangan sembarangan seperti contoh tabung reaki, jika ingin dilap jangan mengelap bagian dalam atau bagian bagian yang berhubungan dengan pereaksi.
  • Sebelum melakukan praktikum selalu dianjurkan agar meminum susu atau vitamin terlebih dahulu untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta stamina tubuh.
Baca Juga:  Panduan Ujian Praktek SMP Tahun 2015

5. Bahan Kimia                                                            

Dalam menggunakan bahan kimia, perhatikan hal hal berikut ini:

  • Saat mereaksikan suatu zat, lakukanlah secara perlahan dan perhatikan hasilnya di setiap penambahan zat kimia.
  • Gunakan masker, sarung tangan, dan kacamata pelindung ketika menggunakan bahan kimia berbahaya.
  • Berhati hatilah saat meggunakan bahan kimia berbahaya, ikuti prosedur dan protokol kerja praktikum.
  • Jangan mencium botol bahan kimia secara langsung, tetapi dekatkanlah hidung dengan mulut botol lalu kibaskan tangan diatas mulut botol ke arah hidung.
  • Pada saat menimbang, letakkan bahan pada piringan neraca atau gelas arloji, jangan meletakkannya langsung diatas neraca.

Alat – Alat Keselamatan Kerja di Laboratorium

Alat alat keselamatan kerja yang wajib ada di laboratorium:

  • Jas laboratorium 
  • Kain lap tahan panas (tidak mudah terbakar)
  • Sarung tangan tahan panas
  • PPPK (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan)
  • Masker 
  • Kacamata pelindung
  • Alat pemadaman api ringan

Penanganan Kecelakaan Laboratorium

Saat terjadi kecelakaan pada praktikum hal utama yang harus dilakukan adalah tidak panik dan mengikuti prosedur penanganan kecelakaan yang baik dan benar. Mintalah bantuan kepada guru pembimbing atau petugas laboratorium untuk membantu kita.

Bila terkena bahan kimia, bersihkan bagian kulit yang terkena bahan kimia sampai bersih dan jangan digaruk agar tidak menyebar. Jika tidak kunjung membaik dan menjadi semakin parah, segera pergi ke dokter terdekat.

Bila terjadi kebakaran atau korsleting, segera bunyikan alarm tanda bahaya. Gunakan alat pemadam kebakaran ringan untuk mematikannya dan jangan menghirup asap dari kebakaran. Bila kebakaran tidak kunjung padam, panggil petugas pemadam kebakaran.

Baca Juga:  Media Belajar Kreatif | Sistem Peredaran Darah pada Manusia

Saat bekerja di laboratorium kiranya kita bekerja dengan teliti, fokus dan serius. Jangan melakukan hal hal yang melanggar aturan untuk mengurangi terjadinya kecelakaan karena seperti kata pepatah mencegah lebih baik daripada mengobati.

Sebaiknya kita mencegah hal buruk terjadi daripada mengobati atau memperbaiki hal buruk yang sudah terjadi. Agar terciptalah praktikum di ruang laboratorium yang aman dan nyaman.

“ you only live once, but if you do it right, once is enough” (Mae West)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Kombinasi Shortcut Keyboard untuk Ngerjain Tugas, Biar Cepat!

Hi Readers! Siapa diantara kita yang belum mengenal laptop atau komputer? Komputer maupun …